Skip to main content
Gereja Yesus Sejati Indonesia

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Search
Gereja Yesus Sejati Indonesia
Gereja Kita
GYS Cianjur
  
Gereja Yesus Sejati Indonesia > Kesaksian > 10 Tahun Kaki dan Tangan Pecah-Pecah, Tuhan Pulihkan  

Gereja Yesus Sejati Indonesia

10 Tahun Kaki dan Tangan Pecah-Pecah, Tuhan Pulihkan

Ia sendiri telah memikul dosa kita, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. (1 Petrus 2:24)

Penderitaan saya bermula sejak saya masih tinggal di Kudus, Jawa Tengah. Pada tahun 1983, kulit telapak tangan saya mengelupas. Saya pikir ini cuma pergantian kulit biasa. Jadi tidak saya hiraukan. Tetapi ternyata pengelupasan kulit ini tidak kunjung berhenti, menyebabkan kulit telapak tangan saya semakin tipis, sampai warna otot yang kemerah-merahan seakan membayang. Tidak berhenti sampai di sana, pengelupasan kulit ini mulai menyebar ke kaki. Kulit di sela-sela jari-jari tangan dan kaki pun jadi pecah-pecah, yang tidak jarang menimbulkan rasa perih.

Pada saat itu saya mulai khawatir karena merasa bahwa pengelupasan kulit ini bukanlah perkara sepele. Maka saya segera pergi ke dokter spesialis kulit. Dokter mendiagnosa bahwa saya menderita eksim. Tetapi harapan saya untuk sembuh hanya tinggal harapan. Berulang kali saya mengunjungi dokter spesialis kulit, tapi tidak membuahkan hasil yang menggembirakan.

Melihat penderitaan yang saya alami, banyak orang menyarankan pengobatan alternatif secara tradisional. Terdorong keinginan untuk sembuh, berbagai jenis pengobatan alternatif pun saya coba. Makan daging trenggiling, membalurkan bedak yang terbuat dari kulit trenggiling, merendam tangan dan kaki dalam air rebusan daun inboh, dsb. Namun penyakit saya tidak kunjung sembuh.

Karena merasa sangat terganggu oleh rasa perih yang saya alami, saya sering merendam tangan dan kaki dalam larutan kapur. Kapur bahan bangunan kalau dicampur air menimbulkan suhu panas yang terasa nyaman bagi kulit pecah-pecah saya. Tapi akibatnya telapak tangan dan kaki saya menjadi kaku dan semakin kasar, sungguh tidak sedap dipandang. Akhirnya saya merasa bosan dengan segala usaha pengobatan yang ternyata sia-sia itu. Saya pun memutuskan untuk tidak berobat lagi.

Tahun 1989 saya pindah ke Solo. Di sana saya berkenalan dengan Sri Lestari, seorang jemaat Gereja Yesus Sejati, yang kemudian menjadi istri saya. Karena berkenalan dengan dialah saya mulai berkebaktian di Gereja Yesus Sejati walaupun sampai kami menikah pada tahun 1991 saya belum juga dibaptis.

Setahun kemudian Tuhan memberkati keluarga kami dengan kelahiran putri pertama, Della. Sewaktu Della baru berusia beberapa bulan, kami berencana untuk membaptisnya. Saya sendiri masih belum tergerak untuk dibaptis di Gereja Yesus Sejati, karena saya sudah dibaptis di gereja yang saya kunjungi sejak kecil di Kudus.

Namun kasih Tuhan sungguh teramat besar, Ia menggerakkan seorang hamba Tuhan untuk memberitakan kebenaran tentang baptisan kepada saya. Roh Kudus bekerja. Saya yang tadinya bersikeras menolak dibaptis ulang, akhirnya tergerak untuk menerima baptisan yang benar yang sesuai dengan Alkitab bersama-sama dengan putri saya.

Usai baptisan ada sakramen basuh kaki. Saya bilang kepada istri, saya malu dan sungkan menerima sakramen basuh kaki mengingat keadaan kaki saya yang pecah-pecah dan agak bau—apakah pendeta mau membasuh kaki saya? Istri saya menyuruh jangan khawatir, pendeta pasti mau membasuh kaki saya tanpa rasa jijik.

Kuasa Tuhan sungguh nyata. Setelah dibaptis dan dibasuh kaki, telapak tangan dan kaki saya berangsur-angsur pulih sendiri dalam beberapa bulan, tanpa diobati apa-apa, dan sampai saat ini tidak pernah kambuh lagi. Telapak tangan dan kaki menjadi halus seperti sekarang.

Saya sangat bersyukur karena setelah 10 tahun menantikan kesembuhan sampai-sampai bosan dengan berbagai upaya pengobatan, akhirnya dengan kuasa Tuhan Yesus, kesembuhan datang tanpa diminta.

Tuhan juga menambahkan berkat-Nya kepada keluarga kami dengan kelahiran putra kedua, Yesaya, pada tahun 1996. Segala kemuliaan hanya bagi nama Tuhan Yesus Kristus. Amin.

Riyanto - Solo