Skip to main content
Gereja Yesus Sejati Indonesia

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Search
Gereja Yesus Sejati Indonesia
Gereja Kita
GYS Cianjur
  
Gereja Yesus Sejati Indonesia > Kesaksian > Batu Ginjal Dilenyapkan  

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Batu Ginjal Dilenyapkan

Banyak sekali berkat yang saya rasakan dalam kehidupan saya yang cukup berat sebagai seorang ibu, yang sejak meninggalnya suami saya waktu anak-anak masih kecil, menjadi orang tua tunggal bagi kelima anak saya. Pada kesempatan ini saya ingin menceritakan cinta kasih Tuhan kepada saya ketika Ia menyembuhkan penyakit batu ginjal yang sudah lama saya derita secara ajaib.

Hari Rabu tanggal 28 Juni 2000, seperti biasa sebelum berangkat ke tempat usaha (saya seorang wiraswatawati), saya datang ke gereja untuk berdoa. Sore harinya saya merasakan sakit pada pinggang sebelah kiri. Sakit seperti ini sudah sering saya alami lama sebelumnya, dan walaupun tidak diacuhkan biasanya hilang dengan sendirinya. Jadi mulanya saya mengira sakit yang kali ini pun seperti yang sudah-sudah, pasti hilang dengan sendirinya. Namun ternyata yang terjadi bukanlah yang seperti biasa. Malam harinya, nyeri yang saya rasakan semakin menjadi-jadi sampai tak tertahankan, sehingga anak saya bergegas membawa saya ke rumah sakit.

Setelah memberikan suntikan penahan rasa sakit, dokter di rumah sakit itu menyarankan agar saya menemui dokter spesialis penyakit dalam di rumah sakit lain untuk mendapatkan pengobatan yang lebih intensif. Saya mengikuti sarannya dan datang menemui dokter spesialis itu keesokan harinya. Untuk lebih memastikan apa penyakit saya, dokter ini menyuruh saya untuk rontgen. Hasilnya menunjukkan bahwa ada batu yang berukuran cukup besar di ginjal kiri saya, yang menurut beliau hanya dapat dibuang dengan jalan operasi. Saya disarankan untuk menjalani rawat inap hari itu juga (Kamis, 29 Juni 2000) karena operasi dijadualkan akan berlangsung pada hari Minggu, 2 Juli 2000.

Selama di rumah sakit, tak henti-hentinya saya berdoa kepada Tuhan. Juga saudara-saudari seiman banyak yang datang menjenguk dan membantu doa. Walaupun kondisi di rumah sakit itu tidak memungkinkan saya untuk berdoa sesering yang saya mau, saya tetap berusaha mencari-cari kesempatan untuk berdoa.

Pada hari Minggunya, sebelum operasi berlangsung, banyak saudara-saudari seiman yang datang mendoakan saya. Dukungan mereka sangatlah membantu menenteramkan hati saya. Di ruang operasi, sekali lagi saya dirontgen untuk memastikan letak batu di ginjal saya agar memudahkan jalannya operasi. Anehnya dokter tidak dapat menemukan batu itu sehingga operasi dibatalkan. Pembatalan operasi ini sungguh merupakan suatu kejutan yang menyenangkan. Saya yakin ini tentu karena adanya campur tangan Tuhan.

Kemudian dokter menjadual ulang operasi saya. Pada hari H, menjelang operasi saya dirontgen sekali lagi. Dan sambil menunggu giliran masuk ke ruang operasi, saya berdoa memohon pertolongan kepada Tuhan agar kalau bisa saya tidak perlu menjalani operasi. Saya bertekad untuk menyampaikan kesaksian kepada semua orang begitu penyakit saya sembuh.

Kali ini, begitu masuk ke ruang operasi, saya langsung dibius seperti prosedur operasi pada umumnya sehingga saya tidak tahu apa yang terjadi setelah itu. Ketika tersadar kembali, saya sudah berada di kamar saya, tanpa ada sedikit pun luka bekas operasi. Ajaib sekali, ternyata dokter tetap tidak dapat menemukan adanya batu di ginjal kiri saya (padahal hasil rontgen-rontgen sebelumnya menunjukkan hal yang sebaliknya) sehingga sekali lagi operasi dibatalkan.

Demikianlah, setelah 2 kali masuk ke ruang operasi dan 12 kali rontgen, akhirnya dokter memastikan bahwa batu di ginjal kiri saya sudah hilang. Maka saya pun diperbolehkan pulang. Pada hari Sabtunya, memenuhi tekad saya kepada Tuhan, saya menyampaikan kesaksian ini kepada sidang jemaat seusai kebaktian Sabat.

Kejadian yang tadinya saya anggap musibah ini ternyata membuat saya dapat lebih merasakan kasih dan karunia Tuhan yang teramat besar, sehingga iman saya dapat bertumbuh dan semakin dikuatkan. Tuhan Yesus, yang adalah dokter di atas segala dokter yang telah menyembuhkan penyakit saya, terpujilah nama-Nya! Sampai sekarang saya tidak pernah lagi merasakan nyeri di pinggang seperti yang sering saya rasakan dahulu. Biarlah segala kemuliaan hanya bagi nama Tuhan Yesus. Amin.

Juminah - Solo, Indonesia