Skip to main content
Gereja Yesus Sejati Indonesia

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Search
Gereja Yesus Sejati Indonesia
Gereja Kita
GYS Cianjur
  
Gereja Yesus Sejati Indonesia > Kesaksian > Dari Hanya Mendengar Tentang Allah Hingga Melihat Tuhan  

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Dari Hanya Mendengar Tentang Allah Hingga Melihat Tuhan

Qin Ru Wang—Fuqing, China

 

IMAN TURUN MENURUN

Dalam nama Yesus, saya bersaksi tentang bagaimana saya menemukan iman saya kepada Tuhan. Saya sangat bersyukur bahwa saya dapat tumbuh dalam keluarga Gereja Yesus Sejati. Keluarga saya percaya pada gereja sejati melalui kakek-nenek saya.

Kakek saya dulunya adalah seorang pendeta dari gereja Metodis di Cina, tapi percaya pada Gereja Yesus Sejati setelah ia mendengar tentang ajaran gereja yang benar dan disembuhkan dari penyakit yang sudah lama di deritanya pada tahun 1926. Kemudian, kakek-nenek saya harus menderita banyak penganiayaan dan kesulitan untuk percaya kepada Injil yang benar, tapi mereka masih memegang teguh iman mereka.

Saya dibaptis saat bayi, dan ketika saya berumur satu minggu, saya menderita penyakit yang tak dapat disembuhkan, juga dikenal sebagai Black Death di Dunia medis Barat. Itu adalah penyakit yang mengerikan, dan terkadang seluruh desa akan habis oleh wabah ini. Orang tua saya akan melakukan apa pun untuk melihat saya disembuhkan. Namun, dokter tidak bisa berbuat apa-apa, dan dia mengatakan kepada orang tua saya bahwa tidak ada yang bisa dilakukan dan bahwa mereka harus kembali ke rumah.

Kemudian Orang tua saya ingat bahwa mereka telah lupa untuk mengandalkan Tuhan dan mereka perlu meminta  Belas kasihan Tuhan. Mereka kemudian membawa saya ke sebuah kapel terdekat di mana ada seorang pekerja gereja yang berusia lanjut. Mereka menempatkan saya di tempat tidur pekerja ini, dan mereka bertiga berdoa sepanjang malam.Pada pagi harinya, saya telah sembuh.

 

APAKAH ALLAH BENAR-BENAR ADA?

Pada tahun 1956, Gereja di  daratan Cina berhenti  mengadakan kebaktian dan tidak bisa melakukan kegiatan gereja. Tumbuh di bawah pemerintahan komunis dengan pendidikan atheis, aku bersifat masa bodoh dan lemah dalam iman. Ketika orang tua saya meminta saya untuk berdoa, saya berdoa, dan ketika saya menghadapi kesulitan, saya akan berdoa juga. Namun saya mempertanyakan keberadaan Tuhan dalam hati saya.

Selama Revolusi Kebudayaan di China, seluruh keluarga saya mengalami penderitaan yang berat. Ayah saya dulu seorang dokter gigi terkenal di Fuqing, dan saya dulunya bekerja untuk pemerintah, tapi kami tidak diizinkan untuk melanjutkan pekerjaan kami seluruh keluarga dibawa ke bukit untuk menjadi petani. Hidup kami sangat keras waktu itu, dan keraguan muncul dalam hati saya; dalam doa saya bertanya " Tuhan, jika Engkau benar-benar ada, mengapa keluarga saya harus melalui begitu banyak penderitaan" ?

 

AIR YANG MENJADI OBAT

Hidup sebagai petani terasa sulit dan ketika istri saya jatuh sakit, kami tidak punya uang untuk mengobatinya, dan ia harus tinggal di rumah selama dua hari. Suatu hari ketika saya kembali dari lereng bukit, ibu memberitahu ayah bahwa dia ingin mengambil air untuk istri saya dan berdoa sebelum ia meminumnya agar Allah menyembuhkannya. Ayah setuju, lalu ibu mengambil cangkir, mengisinya setengah penuh dan pergi ke kamar saya. Orangtua saya dan saya kemudian berdiri di depan tempat tidur dan mulai berdoa. Setelah berdoa, ayah saya memberi cangkir kepada saya dan menyuruh saya untuk memberikannya ke istri saya. Ketika saya menerima cangkir tersebut, saya mencium aroma obat yang kuat. Orang tua saya pergi, dan saya memberikan cangkir itu kepada istri saya. saya bertanya istri saya bagaimana perasaannya saat ia meminumnya. Dia bertanya mengapa air tersebut memiliki rasa obat yang kuat meskipun tidak ada obat apapun di rumah kami. Istri saya kemudian sembuh. Keajaiban ini memungkinkan saya untuk merasakan Tuhan secara pribadi untuk pertama kalinya dalam hidup saya.

 

IBLIS DIUSIR

Keajaiban tak terlupakan lainnya terjadi ketika seorang saudara datang ke rumah dan mengetuk pintu di suatu malam. Saya menanyakan apa yang ia butuhkan dan ia meminta ayah untuk berdoa bersama di rumahnya. Jadi ayah dan saya mengambil senter dan diikuti saudara ini. Ketika kami sampai di rumahnya, kami melihat istrinya menari dan bernyanyi. Saya takut karena saya pikir bahwa dia pasti mengalami cacat mental. Saya bertanya-tanya apakah doa akan membantu orang sakit seperti itu dan mungkin lebih baik baginya untuk dikirim ke rumah sakit jiwa.

Ayah menanyakan keluarganya bagaimana saudari itu menjadi seperti ini, dan mereka mengatakan kepadanya bahwa dia bertengkar dengan suaminya malam itu dan telah membuka peluang untuk Iblis. Selanjutnya, ayah saya memerintahkan mereka untuk berlutut dan berdoa. Saya juga berlutut saat berdoa. Namun, saya tidak berani menutup mata saya sepenuhnya karena saya takut bahwa pasien cacat mental ini akan menyerang kita. Saya ingin melihat apa yang akan dia lakukan.

Setelah doa, ayah saya berdiri dan berjalan ke saudari tersebut, mengangkat tangannya dan berkata, "Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, mengusir Iblis!" Dengan Segera, saudari tersebut menjadi tenang, membuka matanya dan menatap kami, bertanya, "Apa yang kamu lakukan di rumahku pada tengah malam?" Seluruh Keluarganya tertawa setelah itu. Ayah saya mendorong mereka untuk menjaga keharmonisan dalam rumah bukannya menimbulkan pertengkaran, agar tidak membuka peluang untuk iblis.

 

TUHAN ITU ADA!

Setelah itu, kami pulang. Kejadian tersebut menyentuh hati saya begitu dalam. Orang kerasukan Iblis ini bisa dibebaskan dari Iblis melalui doa, yang merupakan hal yang mustahil bagi manusia, tapi hanya dengan kuasa Allah. Kejadian ini menunjukkan bahwa, ketika kami pergi ke rumah saudara ini untuk berdoa, Tuhan Yesus juga ada disana untuk berdoa bersama kami. Dia yang membuat keajaiban ini terjadi. Malam itu, saya begitu terharu sampai saya tidak bisa tertidur.

Keesokan harinya, saya berpuasa dan berdoa selama sehari dan berkata kepada Tuhan, "Saya sekarang merasakan kehadiranMu. Seseorang yang kerasukan Iblis membuktikan bahwa ada tempat seperti neraka, dan fakta bahwa Iblis diusir melalui doa membuktikan keberadaan Tuhan dan surga. Saya tidak ingin pergi ke neraka, tapi saya ingin masuk surga. Semoga Tuhan mengasihani saya sehingga saya tidak akan pernah meninggalkanNya sepanjang hidup saya. "

Setelah Revolusi Kebudayaan mereda, Semua saudara saya dibaptis dalam Kristus, dan kasih karunia Allah datang kembali atas keluarga saya. Orang tua saya melanjutkan profesi mereka yang dahulu. Meskipun saya diberi kesempatan untuk kembali ke pekerjaan saya yang dahulu, saya takut untuk kembali karena saya merasa bahwa saya adalah orang yang lemah dan saya akan kehilangan iman dan kehidupan rohani saya setelah kembali ke dunia. Ketika tahun 1970-an datang dan Revolusi Kebudayaan akan segera berakhir, gereja secara bertahap kembali mengadakan kebaktian dan, melalui bimbingan Allah, gereja mulai bertumbuh dan bertambah makmur.

 

MENEMUKAN CINTA DALAM GEREJA

Sejak pemerintahan Mao ,seluruh keluarga saya mengalami penganiayaan selama Revolusi Kebudayaan, banyak kerabat dan teman-teman kami takut untuk berkomunikasi dengan kami. Serupa dengan penderita kusta dalam Perjanjian Lama, orang menjauhi  kami karena dengan memiliki hubungan yang dekat dengan kami akan mempengaruhi masa depan keluarga mereka. Dengan demikian, banyak dari mereka menolak untuk berinteraksi dengan kami selain saudara perempuan saya beserta suaminya.

Meskipun hal ini sangat menyedihkan, saudara dan saudari dari gereja terus mengunjungi kami, mendorong ayah saya, dan berdoa bagi kita. Melalui peristiwa ini, saya menemukan cinta sejati di dalam gereja. Cinta yang ditemukan di dunia ini adalah cinta yang bersyarat- hanya kasih Allah tidak bersyarat. Saya sangat terharu bahwa saya telah menemukan sebuah gereja yang indah, rumah Allah. Mengapa saya harus kembali ke dunia? Dunia ini tidak stabil dan bergejolak, tetapi saya telah menemukan tempat perlindungan di gereja yang benar, sehingga jiwa saya mendapatkan kedamaian. Melalui pilihan Allah, dan dorongan dari orang tua saya, saya mulai melibatkan diri dalam pelayanan gereja, yang memungkinkan saya untuk mengalami lebih banyak mukjizat dan berkat yang memperkuat iman saya.

 

MALAIKAT MELAKUKAN OPERASI

Kesaksian-kesaksian ini tidak ada habisnya, tapi saya ingin membagikan dua dari mereka. Ada seorang bernama Tuan Lin di desa saya yang menyembah berhala. Pada tahun 1991, ia menderita penyakit yang tak dapat disembuhkan, sebuah tumor di lehernya, dan ia dikirim ke rumah sakit terbaik di Fujian untuk pengobatan. Tapi dokter yang melakukan operasi untuknya akhirnya tidak berani untuk mengangkat tumor tersebut. Setelah itu, ia kembali ke rumahnya dengan perasaan sangat sedih. Orang ini baru berusia tiga puluhan, dan keluarganya sangat miskin. Dia menganggap bahwa ia hanya bisa menunggu ajalnya.

Suatu hari, seorang saudari dari gereja kami mengunjunginya, dan ia dan istrinya yang menangis karena merasa bahwa ia tidak punya harapan lagi. Lalu saudari ini memberitahu mereka bahwa meskipun tidak ada harapan di dunia ini, kita masih memiliki harapan di dalam Tuhan Yesus yang merupakan dokter terhebat; tidak ada yang mustahil dihadapan-Nya. Dia berbagi banyak kesaksian tentang bagaimana pasien dengan penyakit parah telah disembuhkan. Setelah mendengarkan kesaksian ini, orang itu sangat tersentuh dan ingin percaya pada Yesus. Istrinya datang ke gereja, dan gereja melihat bahwa istrinya sangat tekun bersungguh-sungguh, lalu gereja mengirim tiga pekerja gereja ke rumah tuan Lin untuk menghapus semua berhala dan untuk berdoa dan berpuasa baginya selama tiga hari.

Suatu hari, beberapa hari setelah mereka pergi, tuan Lin sedang dalam keadaan setengah tertidur di tempat tidurnya, dan istrinya dan putri berada di samping tempat tidurnya,menjahit selimut. Saat ia setengah tertidur, ia melihat dua orang berpakaian putih, seperti dokter, berjalan ke rumahnya. Tiba-tiba ia terbangun dan mengatakan kepada istrinya apa yang telah dilihatnya.

Semenjak istrinya telah mendengar banyak kesaksian tentang bagaimana orang telah disembuhkan, dia langsung berterima kasih kepada Tuhan, mengatakan bahwa Allah telah mengutus dua malaikat ke rumah mereka untuk menyembuhkan suaminya. Dia menyuruh suaminya berlutut, berdoa, dan menghadap dinding dengan kemeja tidak dikancing, sehingga malaikat bisa melakukan operasi. Seluruh keluarga beranggotakan tiga orang tersebut terus dalam doa, dan setelah tuan Lin berdoa, dia tertidur, dan dua malaikat muncul lagi. Dia merasa bahwa para malaikat sedang melakukan operasi di lehernya untuk mengangkat tumor. Setelah itu, mereka mendudukkannya di tempat tidurnya dan menunjukkan tumor tersebut, mengatakan kepadanya bahwa ia telah sembuh. Ketika ia terbangun, ia melihat bahwa istri dan putrinya yang masih berdoa. Dia berseru, "Para malaikat telah menyelesaikan operasi!" Mereka sangat kagum karena ada noda darah di lehernya dan di kerahnya. Sebelum operasi itu, ia tidak bisa menggerakkan lehernya dan menurunkan kepalanya untuk makan, tapi malam itu ia bisa menggerakkan kepalanya dengan bebas.

Kemudian, ia pergi ke gereja Gaoshan di Provinsi Fujian untuk memberikan kesaksian. Sabat itu, saya kebetulan berada di gereja Gaoshan untuk memberikan khotbah. Sabat berikutnya, ia pergi ke gereja lain di daerah itu, gereja Sanshan, untuk memberikan kesaksian ini, dan, sekali lagi, saya kebetulan berada di sana juga. Setelah ia bersaksi, saya bertanya baju apa yang dia pakai selama operasi. Dia menjawab bahwa itu adalah baju yang sama ia kenakan saat berada di Gaoshan, karena itu kemejanya yang paling bagus. Saya diminta untuk melihat kemejanya, dan ia berkata bahwa ia telah mencuci bajunya dua kali, tapi noda darah masih terlihat. Saya mengatakan kepadanya untuk tidak mencuci baju ini lagi, tetapi menyimpannya sebagai kesaksian.

Sejak tahun 1991, lebih dari dua puluh tahun telah berlalu, dan saudara Lin masih sangat sehat. Dia kemudian menawarkan rumahnya sebagai tempat ibadah, dibangun rumah lain, dan memungkinkan gereja untuk membangun sebuah kapel di atas bekas rumahnya.

 

ROH KUDUS BEKERJA DENGAN LUAR BIASA

Mulai dari tahun 1991, Roh Kudus terus menggerakkan orang untuk datang ke gereja kami untuk mempelajari Alkitab dan mendengarkan firman Allah, terutama siswa yang berasal dari Nanjing Union Theological Seminary. Pada tanggal 1 Maret 1993, lebih dari empat puluh orang dibaptis di Nanjing dan selanjutnya, gereja didirikan.

Pada bulan Mei, banyak pencari kebenaran datang ke gereja kami. Mereka sangat lapar dan haus akan Roh Kudus, tetapi karena tidak ada pengkhotbah, roh jahat mulai bekerja di antara mereka. Di bulan yang sama, saya pergi ke Nanjing dengan pengkhotbah lain, dan setelah mengajar mereka bagaimana untuk membedakan roh, pekerjaan Iblis cepat berakhir.

Ketika kami melakukan baptisan kedua di Nanjing, kami membaptis tiga kali sehari- pagi, sore, dan malam sebelum Perjamuan Kudus; orang-orang terus datang untuk meminta untuk dibaptis. Dengan demikian, Roh Kudus bekerja secara luar biasa, dan setiap malam orang akan menerima Roh Kudus. Bahkan mereka yang pertama kalinya datang untuk mendengarkan juga menerima Roh Kudus. Tidak ada kapel pada saat itu, dan kami berkumpul di rumah seorang saudari. Kami tidak takut untuk berdoa keras, dan setiap malam, kami katakan kepada mereka untuk mengecilkan suara mereka. Selama baptisan kedua, lebih dari empat puluh orang dibaptis.

 

SEORANG LUMPUH BERJALAN

Suatu malam, setelah kebaktian, beberapa mahasiswa teologi mendekati kami dan kami berbicara sampai sekitar 22:30 ketika mereka harus kembali ke sekolah.Saya mengundang mereka untuk berdoa bersama sebelum mereka pergi.Saat kami hendak berdoa, seorang saudari yang sudah tua, bernama Suster Wang, bergabung dengan kami. Dia berusia enam puluh delapan tahun. Karena ia telah mengalami kecelakaan mobil sebelumnya, kedua kakinya hancur, dan dia menggunakan dua penopang untuk berjalan. Ketika ia melihat bahwa kami ingin berdoa, dia meminta kami untuk berdoa baginya, sehingga ia tidak lagi perlu berjalan dengan penopang dan mampu pergi keluar dan berkhotbah. Karena dia meminta kami, saya tidak ingin menolak permintaannya. Dia tidak bisa berlutut, jadi saya memberi kursi saya kepadanya.

Lalu saya berlutut untuk berdoa dengan pendeta dan mahasiswa teologi yang lain. Saya berdoa kepada Tuhan, mengatakan "Tuhan, gereja Nanjing didirikan oleh Anda. Saya tidak datang ke sini pada kemauan saya sendiri, tetapi Anda telah membawa saya di sini. Tolong wujudkan kekuatan Anda sehingga orang-orang ini akan tahu bahwa Gereja Yesus Sejati adalah gereja yang memiliki kuasa dari Roh Kudus. "Lalu saya menumpangkan tangan saya pada Suster Wang, dan meminta pendeta lain untuk menumpangkan tangan pada Suster Wang juga.

Setelah berdoa, saya menemani para siswa menuju pintu, dan saya tidak menduga bahwa Suster Wang akan berjalan ke arah kami tanpa penopangnya,ia memuji Allah karna dia tidak harus menggunakan penopang lagi. Ketika mahasiswa teologi melihat ini, mereka begitu kagum, terharu, dan iman mereka dikuatkan. Setelah mereka lulus dan kembali ke daerah masing-masing, mereka memberitakan Injil dan mendirikan Gereja Yesus Sejati di sana.

 

DARI PENDENGARAN UNTUK MELIHAT

Sejak tahun 1926, iman telah diwariskan kepada generasi kelima dalam keluarga saya. Meskipun kami menghadapi banyak cobaan dan kesengsaraan dalam perjalanan iman kami, kesaksian kakek saya sangat menguatkan kami setiap kali kami bertemu dengan kesukaran. Melihat kembali penderitaan kami selama Revolusi Kebudayaan, saya juga dapat mengatakan bahwa penderitaan ini bermanfaat bagi kami. Melalui penderitaan, saya dan keluarga saya berkembang dari hanya mendengar Allah  menjadi melihat Allah dengan mata kami sendiri. Iman kami dihidupkan kembali, dan akhirnya semua saudara saya dibaptis. Tuhan juga telah mengijinkan saya untuk menyaksikan banyak mujizat yang memungkinkan saya untuk merasakan Dia secara pribadi, iman saya hidup kembali, dan keraguan saya hilang. Terima kasih Tuhan, semoga semua kemuliaan hanya dalam nama-Nya.