Skip to main content
Gereja Yesus Sejati Indonesia

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Search
Gereja Yesus Sejati Indonesia
Gereja Kita
GYS Cianjur
  
Gereja Yesus Sejati Indonesia > Kesaksian > Dipulihkan dari Kecanduan Alkohol  

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Dipulihkan dari Kecanduan Alkohol

Sekitar tujuh tahun lalu, banyak rekan bisnis saya yang suka minum minuman keras dan berjudi. Suatu kali dalam perjalanan bisnis ke kota saya bertemu dengan seorang teman dan ia mengundang saya untuk bermain kartu di rumahnya. Bukannya pergi membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang, saya setuju untuk bermain kartu dengan dia dan akhirnya saya menginap di rumahnya selama tujuh hari tujuh malam. Selama itu kami tidak tidur maupun makan. Kami hanya minum minuman beralkohol untuk menghilangkan rasa haus kami.

 

Pada hari ketujuh saya ingin pulang ke rumah tetapi ia membujuk saya untuk tinggal lebih lama dan menunggu beberapa temannya yang juga ingin bermain kartu. Sementara menunggu saya berenang selama kurang lebih satu jam. Kelelahan dan kelaparan maka saya keluar dari kolam dan memakan beberapa udang yang dicelupkan kedalam minuman beralkohol. Sekitar dua puluh menit kemudian saya memuntahkan semua yang baru saja saya makan. Orang yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba lalu kami melanjutkan bermain kartu lagi. Setelah dua putaran saya merasa sangat lemah lalu saya memakan beberapa buah dan meminum beberapa gelas minuman beralkohol. Saya tertidur dan merasakan mengeluarkan keringat dingin. Saya menggigil walaupun sudah diselimuti lima penghangat.

 

Teman saya sangat ketakutan lalu ia membawa saya ke rumah sakit. Seorang dokter memperingatkan saya jika saya minum lebih banyak lagi mereka harus membawa saya ke kamar jenazah. Sel darah putih saya berjumlah melebihi normal jadi saya harus tinggal di rumah sakit untuk menjalani beberapa perawatan. Setelah pemulihan saya selalu mengingat peringatan dokter tersebut, saya tidak berani lagi untuk meminum meinuman beralkohol. Pada suatu waktu dalam perjalanan untuk menghadiri sebuah pernikahan saya meminum beberapa bir. Saat saya tiba di rumah dari mempelai perempuan, saya jatuh tak sadarkan diri dan mereka memanggil ambulans untuk membawa saya ke rumah sakit. Karena itu adalah pernikahan saudari ipar saya, saya memutuskan untuk kembali ke pernikahan tersebut nanti. Ketika saya sampai saya meminum segelas air putih dan saya merasa tubuh saya menjadi lemah lagi.

 

Dokter memberitahu istri saya bahwa hati saya sudah mengeras jadi proses pemulihan akan menjadi sulit. Kemungkinan saya hanya memiliki waktu tiga tahun lagi untuk hidup. Saya dimasukan ke tempat rehabilitasi bagi pecandu alkohol selama 41 hari. Setelah saya keluar dari tempat rehabilitasi saya tidak minum minuman beralkohol selama empat bulan. Tetapi dalam suatu acara ketika saya pergi berburu dengan tetangga saya, saya tidak dapat menahan diri saya untuk tidak meminum minuman beralkohol. Sejak itu kecanduan saya bertambah parah. Saya dapat menghabiskan enam botol minuman keras dalam dua jam. Pada malam hari saya dapat melihat nyamuk-nyamuk yang menjadi mabuk disekitar saya dikarenakan kadar alkohol yang ada didalam darah saya. Saya menelantarkan keluarga dan pekerjaan saya dan hidup untuk minum. Lalu istri saya meninggalkan saya tanpa memberitahu saya. Setiap hari saya begitu mabuk sehingga tidak menyadari bahwa semua anggota keluarga saya sudah meninggalkan saya.

 

Pada satu titik saya tidak merasa nyaman lagi di rumah karena jika saya tiba-tiba meninggal, tidak akan ada yang tahu lalu saya menjual rumah itu dan pindah ke kota untuk berbisnis. Saya mulai minum-minum lagi dan setengah tahun kemudian saya tidak dapat berjalan dengan baik. Pada waktu itu ada seorang saudara dari Gereja Yesus Sejati yang tinggal di kota. Ia melihat kondisi saya dan mengundang saya untuk mengikuti kebaktian di gereja bersama dia, berharap bahwa Tuhan akan mengobati penyakit saya.

 

Setelah beberapa lama pergi ke gereja dengan teratur, saya memutuskan untuk dibaptis. Empat atau lima hari sebelum dibaptis saya menerima Roh Kudus. Saya dibaptis pada tanggal 1 November 1981. Tepat sebelum baptisan, seorang teman mencobai saya dengan minuman beralkohol. Saya memutuskan ini akan menjadi yang terakhir kalinya. Saya meminum dua botol dan belum saya berjalan lebih dari lima langkah saya memuntahkan itu semua. Seluruh kepala saya menjadi memerah. Orang lain dapat mencium bau alkohol di sekitar saya. Tuhan berbelas kasihan pada saya. Ketika saya dibaptis saya melihat darah Tuhan Yesus.

 

Setelah baptisan, saya dihukum oleh Tuhan karena saya tidak menyadari dosa-dosa saya. Karena kasihNya dan kuasaNya saya akhirnya diberkati dan dipulihkan seluruhnya. Sekarang hidup saya sudah menetap dan saya sangat bertekun untuk gereja. Istri saya kembali dan menyemangati saya untuk mengikuti kelas teologi dari gereja untuk membantu saya memahami Alkitab. Saya berterima kasih pada Tuhan karena sudah menyelamatkan hidup saya dan memberikan saya kesempatan kedua.