Skip to main content
Gereja Yesus Sejati Indonesia

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Search
Gereja Yesus Sejati Indonesia
Gereja Kita
GYS Cianjur
  
Gereja Yesus Sejati Indonesia > Kesaksian > Doa, Pereda Nyeri Paling Mujarab  

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Doa, Pereda Nyeri Paling Mujarab

Pada bulan Mei 2005, ayah saya mengalami kesulitan menelan makanan kering. Kami pun membawanya berobat ke rumah sakit. Hasil endoskopi menunjukkan adanya benda asing di dalam lambungnya. Langsung saja Ayah kami bawa ke rumah sakit propinsi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dokter mendiagnosa kanker lambung.

Mengetahui Ayah mengidap penyakit yang tak tersembuhkan, keluarga besar kami merasa sangat sedih. Tetapi heran sekali, hati saya sangatlah tenang. Saya tahu inilah saatnya Tuhan menyelamatkan Ayah.

Sesuai dengan saran dokter, Ayah dirumahsakitkan dan menjalani operasi. Saya mengundang saudara-saudari seiman dan pendeta untuk mengabarkan Injil kepadanya, tetapi Ayah tidak mau percaya. Karena dirinya sendiri adalah seorang dokter dan pengikut komunis, Ayah hanya percaya pada ilmu pengetahuan.

Hari kedua setelah operasi, lukanya terasa amat sakit. Kami meminta perawat memberikan suntikan anti nyeri. Satu jam kemudian, pengaruh obat sudah hilang. Lukanya kembali sakit seperti semula. Paman yang tidak tega melihat Ayah kesakitan meminta supaya dokter memberikan suntikan anti nyeri lagi. Dokter menolak karena pasien yang baru dioperasi tidak boleh mendapat obat anti nyeri terlalu banyak sebab akan membahayakan nyawa pasien. Suntikan itu hanya boleh diberikan 6 jam sekali.

Tanpa daya, Paman kembali ke kamar dengan murung. Saat itu Ayah memberitahu saya, dirinya sungguh tidak tahan menanggung sakit seperti itu. Saya menjawab, “Ayah, dokter sudah tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi kita. Hanya Tuhan Yang Mahakuasa yang dapat menolong. Mari kita berdoa!”

Kebetulan sekali, regu besuk gereja datang. Saat itu Ayah mau berdoa bersama kami, dan rahmat Tuhan turun ke atas diri Ayah. Selesai berdoa, lukanya tidak sakit lagi. Dia mengalami sendiri penyertaan Tuhan atas dirinya dan melihat sendiri bahwa Tuhan sungguh-sungguh mendengarkan doa kita. Sekarang dia tahu bahwa di saat manusia tidak berdaya, Tuhan dapat menolong. Terkadang manusia memang sangatlah lemah, baru mau percaya setelah mengecap rahmat-Nya.

Dokter yang mengobati Ayah sangat heran melihat 16 ampul obat anti nyeri yang disediakan, hanya 2 yang digunakan. Lagipula Ayah tidak lagi mengeluh sakit padahal orang lain yang sudah menghabiskan seluruh obat anti nyerinya pun masih merasakan sakit yang luar biasa. Kata dokter kepada Ayah, “Bapak Wei, kalau lukanya sakit tak tertahankan, jangan memaksakan diri menahannya. Tidak baik untuk lukanya.”

Ayah menjawab sambil tertawa, “Saya bukannya menahan sakit, tapi memang benar-benar tidak sakit! Mana ada orang yang kuat menahan sakit seperti itu? Saya sudah didoakan oleh anak saya dan teman-teman gerejanya, makanya tidak sakit lagi.”

Puji syukur kepada Tuhan, luka setelah operasi sembuh dengan cepat, bahkan tidak perlu menjalani kemoterapi. Banyak orang yang sakitnya lebih ringan dari Ayah, setelah operasi masih harus kembali ke rumah sakit untuk menjalani kemoterapi. Sungguh, jika Tuhan yang menyembuhkan penyakit manusia, sembuhnya total, tidak meninggalkan bekas.

Nas Alkitab yang menyatakan bahwa terkadang kesusahan juga merupakan sebentuk kebaikan Tuhan, memang benar adanya. Kalau Tuhan tidak memilih Ayah menjadi kawanan domba-Nya melalui penyakit ini, sampai kapan pun hatinya yang keras tidak akan pernah bertobat. Segala kemuliaan hanya bagi nama Tuhan. Haleluya, amin

Wei Hui Juan - RRC