Skip to main content
Gereja Yesus Sejati Indonesia

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Search
Gereja Yesus Sejati Indonesia
Gereja Kita
GYS Cianjur
  
Gereja Yesus Sejati Indonesia > Kesaksian > Ia Menyanyi Bersama Kita  

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Ia Menyanyi Bersama Kita

"Hatiku siap, ya Allah, aku mau menyanyi, aku mau bermazmur. Bangunlah, hai jiwaku." (Mzm. 108:2)

Di gereja Vancouver, setiap usai kebaktian Sabat, ada latihan koor bagi kaum muda. Kesaksian yang akan saya bagikan ini terjadi pada 27 Oktober 1990. Hari itu hanya ada tujuh orang yang ikut latihan. Setelah menyanyikan lagu pertama “Sampai Kita Bertemu Lagi”, kami menyanyikan “Allah Itu Kasih”. Saat itulah saya mendapatkan penglihatan.

Ketika sedang berlatih lagu “Allah Itu Kasih”, saya mendengar seseorang mengetuk pintu tiga kali, tetapi saya abaikan saja. Kemudian saya melihat seseorang berpakaian putih yang amat mulia masuk dari pintu. Dia begitu menyilaukan sehingga untuk sekadar melihat wajah-Nya pun saya tidak dapat! Ia memberi salam kepada kami semua lalu duduk di sebelah saya. Waktu saya memandang-Nya, saya merasa bahwa Dia tersenyum kepada saya. Dengan suara yang amat sopan dan lembut Dia berkata, “Kidung ini amat indah dan merdu, mari kita nyanyikan bersama-sama.” Mendengar ini, saya ingin berdiri dan memberitahukannya kepada yang lain, tapi saya begitu dipenuhi dengan kegembiraan yang meluap-luap sehingga saya mulai menangis.

Di tengah latihan, pelatih menceritakan pengalaman lucu ketika ia mengajarkan lagu “Allah Itu Kasih” kepada beberapa jemaat lanjut usia di Taiwan, yang segera menyulut gelak tawa kami. Tapi saya mendengar Ia menyuruh saya untuk tidak meghiraukan keriuhan itu dan berkonsentrasi pada nyanyian.

Menjelang berakhirnya latihan, kami mengulang lagu pertama, “Sampai Kita Bertemu Lagi”. Ketika menyanyikan lagu ini, Ia menghibur saya dengan berkata, “Saat kau menyanyikan ‘Sampai Kita Bertemu Lagi’, janganlah menangis karena Aku akan datang kembali.” Setelah berkata demikian, Ia menghilang.

Selesai latihan, saya bertanya kepada pelatih apakah dia melihat seorang laki-laki berpakaian putih duduk di sebelah saya. Ternyata ia tidak melihatnya. Maka saya menceritakan penglihatan itu kepada teman-teman lainnya dan mengucap syukur kepada Tuhan untuk memuliakan nama-Nya.

Dari pengalaman ini, saya yakin bahwa Tuhan Yesus selalu menyertai kita. Selanjutnya, kita harus berjaga-jaga dan mempersiapkan diri menyambut kedatangan-Nya yang kedua kali, karena kita tidak pernah tahu kapan Dia akan datang kembali. Amin.

Celina Yong - Vancouver, Kanada