Skip to main content
Gereja Yesus Sejati Indonesia

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Search
Gereja Yesus Sejati Indonesia
Gereja Kita
GYS Cianjur
  
Gereja Yesus Sejati Indonesia > Kesaksian > Karena Setiap Orang yang Meminta, Menerima  

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Karena Setiap Orang yang Meminta, Menerima

Di tahun 1984, keluarga saya dibaptis di Gereja Yesus Sejati. Saat itu saya masih remaja. Saya tidak mengerti pentingnya pendidikan agama. Saya tidak rajin pergi ke gereja. Akibatnya, saya tidak mengerti Firman Tuhan. Jemaat seringkali membesuk saya. Setelah dibesuk, saya akan berkebaktian sekali dua kali, tetapi setelah itu tidak berkebaktian lagi.

Saat saya memasuki tahun pertama kuliah, saya mulai mencari Tuhan. Saya belajar bahwa saya harus menerima Roh Kudus sebagai jaminan keselamatan saya. Tetapi saya tidak tahu bagaimana caranya berdoa memohon Roh Kudus, dan menjadi kuatir. Teman ngobrol saya mengajak saya pergi ke gereja kharismatik. Saya pergi mengikutinya. Saya sangat senang ketika pembicaraan di gereja itu adalah bagaimana cara berdoa memohon Roh Kudus. Pembicara berkata, bahwa Roh Kudus akan memenuhi saya bila saya berdoa dengan tangan diangkat ke atas dan wajah menghadap ke atas, sambil berkata, "Haleluya". Ketika Pendeta menumpangkan tangan ke atas kepala saya, saya jatuh ke belakang, tetapi saya tidak merasakan Roh Kudus memenuhi diri saya. Saya berdiri dan merasa sedikit malu. Saya memperhatikan orang-orang lain yang berdoa. Ada seorang anak laki-laki yang jatuh ke lantai. Ia berteriak-teriak dengan penuh kesakitan dan mulutnya berbusa. Saya pulang ke rumah dengan rasa bingung.

Saya menceritakan kejadian ini kepada seorang guru agama di Gereja Yesus Sejati. Setelah saya mendengar penjelasannya, saya merasa malu di hadapan Tuhan dan segenap saudara-saudari seiman. Begitu besar rasa bersalah yang saya rasakan, saat itu juga saya menangis. Saya pulang ke rumah dan berdoa, memohon pengampunan Tuhan.

Pagi berikutnya, saya merasa rasa bersalah dan malu saya terangkat. Saya bersyukur kepada Tuhan yang telah menjawab doa saya. Saya berjanji pada diri sendiri saya tidak akan lagi pergi berkebaktian di gereja lain.

Di tahun 1988, saya mengikuti KKR siswa di Gereja Jakarta. Di satu malam, saya bermimpi. Di dalam mimpi, saya sedang berdoa di padang rumput. Tiba-tiba ada tiupan angin yang disertai suara keras. Saya sedikit bergoyang tertiup angin, tetapi tidak terjatuh. Karena kekuatan angin itu, tubuh dan lidah saya bergetar. Saya mendapatkan mimpi yang sama keduakalinya. Sungguh aneh. Pagi berikutnya, saya pergi ke gereja dengan keyakinan saya akan menerima Roh Kudus. Saya berdoa dengan iman dan semangat yang besar. Ketika saya mengucapkan "Haleluya", tubuh dan lidah saya tiba-tiba bergetar-getar. Saya tidak dapat mengendalikan lidah saya ataupun mengerti kata-kata yang keluar dari mulut saya. Saya menangis dan hati saya penuh dengan sukacita karena Tuhan telah menjawab dosa saya. Setelah berdoa, saya merasa sangat sukacita.

Saya yakin Tuhan Yesus sungguh mengasihi anak-anak-Nya. Kita harus percaya bahwa doa-doa kita akan didengar oleh Tuhan dan harus tetap tekun dalam doa. Tuhan kita sungguh Tuhan yang hidup!

Heny – Banjarmasin, Indonesia