Skip to main content
Gereja Yesus Sejati Indonesia

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Search
Gereja Yesus Sejati Indonesia
Gereja Kita
GYS Cianjur
  
Gereja Yesus Sejati Indonesia > Kesaksian > Kasih Karunia TUHAN Memimpin Keluargaku ke Gereja-Nya  

Gereja Yesus Sejati Indonesia

KASIH KARUNIA TUHAN MEMIMPIN KELUARGAKU KE GEREJA-NYA

Dalam nama Tuhan Yesus saya bersaksi:

Nama saya Nurhayati (Dks. Dorkas Ho), jemaat Gereja Yesus Sejati Jakarta. Saya berasal dari kota Medan. Sewaktu di Medan, saya bersekolah di sebuah sekolah Kristen, dan setelah lulus, saya bekerja sebagai guru juga di sebuah sekolah Kristen. Saya juga aktif beribadah kepada Tuhan di gereja lain, namun sayangnya orang tua saya tidak mengijinkan untuk dibaptis. Setelah mengenal Sugito (suami) dan menikah, karena mertua saya belum percaya Tuhan, saya tidak berani pergi ke gereja lagi. Walaupun ada kerinduan dalam hati saya untuk beribadah di gereja, namun saya tidak punya kesempatan sama sekali.

Pada tahun 1969, saya dan keluarga pindah ke Jakarta. Hati saya rindu sekali untuk beribadah menyembah Tuhan seperti di Medan dulu. Karena itu saya berdoa mohon Tuhan menunjukkan di gereja mana saya dapat berkebaktian. Ternyata Tuhan tahu isi hati saya dan memimpin saya ke gereja-Nya yang ajaib. Waktu itu saya sibuk dengan urusan sekolah anak-anak. Saya telah mendaftar ke mana-mana, tetapi semua sekolah sudah penuh. Suatu hari, sudah lewat tengah hari, tetapi saya masih belum mendapatkan sekolah untuk anak-anak. Saya pulang ke rumah dalam keadaan lelah. Setelah makan siang, saya membaca koran berbahasa Mandarin. Di dalamnya ada sebuah iklan mengenai sebuah sekolah yang masih menerima pendaftaran murid baru, yaitu sekolah Kristen Kanaan. Saya merasa senang sekali, karena memang sudah menjadi keinginan saya untuk memasukkan anak-anak ke sebuah sekolah Kristen (Sekolah Kristen Kanaan didirikan oleh Gereja Yesus Sejati). Puji Tuhan!

Setelah anak-anak bersekolah di sekolah Kanaan, setiap hari saya mengantar mereka ke sekolah dan menunggu mereka pulang di depan pintu gereja. Dalam hati saya bertanya-tanya, kapan saya bisa masuk ke dalam gereja. Saya ingin masuk, namun saya merasa canggung, karena saya tidak mengenal seorangpun.

Waktu itu di Gereja Yesus Sejati, ada seorang diakenis yang penuh kasih. Suatu hari, ketika akan masuk ke dalam aula gereja, beliau lewat di depan saya, di depan orang tua murid yang sedang menunggu anak-anaknya sekolah. Beliau dengan ramah mengundang kami untuk masuk, untuk ikut kebaktian. Beliau berkata lebih baik ikut kebaktian daripada duduk-duduk di luar menunggu anak-anak pulang sekolah yang masih beberapa jam lagi. Kebetulan hari itu adalah Hari Sabat. Tetapi orang tua murid yang lain tidak mau ikut kebaktian dan akhirnya pergi ke tempat lain. Tinggallah saya sendirian, namun saya merasa ada suatu kekuatan yang mendorong saya untuk masuk dan ikut kebaktian. Usai kebaktian, saya merasa sangat sukacita. Sejak itu, setiap pagi beliau menunggu saya di depan pintu gereja. Beliau mengundang saya ke kamarnya dan mengajarkan firman Tuhan kepada saya.

Puji Tuhan, Tuhan memberikan kesempatan yang indah pada saya! Pada tahun 1971, saya dan kedua anak saya dibaptis di Gereja Yesus Sejati. Waktu mau dibaptis, anak saya sakit flu (demam, batuk, pilek), karena itu suami saya tidak mengijinkannya dibaptis, dan saya pun menurut. Waktu gereja mengadakan baptisan lagi, saya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Walalupun anak saya sakit lagi seperti sebelumnya, tetapi saya tahu kalau ini adalah pekerjaan si iblis, karena itu saya tetap membawa anak saya untuk dibaptis. Puji Tuhan, ternyata setelah dibaptis, sakit anak saya menjadi sembuh. Sebelum dibaptis, setiap bulan saya pasti harus membawanya satu atau dua kali ke dokter. Namun setelah dibaptis, ia tidak pernah ke dokter lagi.

Sebelum percaya Yesus, kehidupan ekonomi kami juga cukup sulit. Karena itu saya memohon kepada Tuhan untuk membantu kehidupan ekonomi keluarga saya. Ternyata Tuhan mengabulkannya! Sebelumnya suami saya hanya bekerja pada orang lain, namun kemudian ada orang yang memberinya modal untuk berdagang. Usahanya diberkati oleh Tuhan sehingga ia bisa mengembalikan modal kepada orang yang telah meminjamkannya. Kira-kira satu tahun kemudian suami dibaptis, karena suami saya melihat bahwa setelah anak-anak percaya Tuhan, mereka berubah menjadi lebih baik dan lebih sehat. Akhirnya kedua anak saya yang lain (anak saya seluruhnya berjumlah empat orang) juga dibaptis di Gereja Yesus Sejati. Puji Tuhan! Di sini saya melihat kasih dan anugerah Tuhan yang luar biasa pada keluarga saya. Tuhan telah memilih seisi keluargaku menjadi anak-Nya. Semuanya adalah berkat dari Tuhan.

Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus. Amin.

Dorkas Ho - Jakarta, Indonesia