Skip to main content
Gereja Yesus Sejati Indonesia

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Search
Gereja Yesus Sejati Indonesia
Gereja Kita
GYS Cianjur
  
Gereja Yesus Sejati Indonesia > Kesaksian > Kota Tuhan  

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Kota Tuhan

Manna 33 – One Faith

 

Iman Ayah Saya

Dalam namaTuhanYesus saya bersaksi untuk kemuliaan nama Tuhan. Saya dilahirkan pada tanggal 20 Januari 1975 di KpandDzoanti, salah satu kota di Ghana dimana ada Gereja Yesus Sejati. Almarhum ayah saya, S.O. Larbi, dulunya adalah katekis (red. guru agama) Presbiterian dan dia menjadi anggota Gereja Yesus Sejati pada tahun 1988. Sebelum menjadi percaya, ayah saya berpuasa dan berdoa selama empat puluh hari dan empat puluh malam, memohon Tuhan menunjukkan kepadanya gereja yang benar. Dalam salah satu doanya, Tuhan menyingkapkan gereja benar kepadanya; dia melihat sebuah kota besar terbuat dari emas yang berkilau dan terletak di puncak sebuah gunung tinggi. Kota itu datang dariTimur, bergerak maju semakin dekat kepadanya dengan arah matahari terbit. Di pintu masuk dari kota tersebut ada sebuah gerbang besar dijaga oleh malaikat-malaikat, dan di bagian atas gerbang tersebut tertulis “GerejaYesusSejati”. Di belakangnya,terdengar suara: “Ini adalah gereja sejati yang dapat menyelamatkan umat manusia.”

Beberapa saat sesudah mengalami mimpi tersebut, seorang jemaat Gereja Yesus Sejati mengundang ayah saya kesalah satu Kebaktian Pengabaran Injil (KPI). Sesudah kebaktian tersebut, ayah saya bertanya apa nama gereja ini, dan jemaat tersebut menjawab, “Gereja YesusSejati.”

Apa yang sangat mengejutkannya adalah pendeta-pendeta dalam Gereja Yesus Sejati (GYS) memakai Alkitab untuk menjawab semua pertanyaan yang ditanyakannya. Sesudah ayah saya pulang ke rumah, dia tidak dapat tidur sepanjang malam karena dia membandingkan ajaran Allkitab dengan jawaban dari pendeta yang memberikan jawaban kepadanya. Dia melihat setiap jawaban adalah dari Alkitab. Saat itu lah, dia mulai mengingat penglihatannya ketika dia berpuasa selama empat puluh hari.

Hari Minggu berikutnya, dia pergi ke gereja Presbiterian seperti biasa. Dia berdiri di depan aula dengan terbitan-terbitan GYS, dan dia memberitahukan kesemua jemaat bahwa dia sudah menemukan gereja yang benar. Dia mengatakan bahwa dia akan meninggalkan gereja Presbiterian, dan bahwa siapa yang ingin selamat harus pergi ke GYS. Pada saat itu saya sedang bertugas sebagai pemain drum, dan dia berkata di depan para jemaat, “Mulai hari ini, kamu tidak akan ke gereja Presbiterian lagi untuk bermain drum. Jika kamu mau diselamatkan, kamu harus mengikutiku ke gereja sejati.” Saat itu saya masih muda, dan saya mematuhi perintah ayah saya dan mengikutinya.

Dia kemudian mengabdikan dirinya sebagai pelayan Tuhan, dan di tahun 1990 dia pulang ke rumah kakek saya di Abiriw dan mengabarkan injil keselamatan. Saat dia tiba di rumah, adiknya sedang sakit keras dan hampir meninggal. Dua pendeta dari GYS datang berdoa dan berpuasa untuk paman saya, dan saat ini, paman saya sudah sembuh dan mempunyai iman yang semakin berakar.

 

Iman Saya

Melalui banyak tanda-tanda heran dan mujizat, Tuhan telah membuktikan kepada saya bahwa saya hanya dapat diselamatkan dalam GYS. Saya melihat dengan mata kepala saya bagaimana saudara-saudari seiman yang telah meninggal beberapa jam, tetapi sesudah berdoa, mereka hidup kembali. Tuhan telah memilih GYS sebagai tempat-Nya, tempat di mana Dia menaruh nama-Nya untuk menyelamatkan setiap orang yang datang untuk percaya kepada-Nya.

Malam itu, saya bermimpi kami semua berdiri bersama dalam gereja dan berdoa. Tiba-tiba sebuah badai yang sangat hebat mulai bertiup, dan semua kisi-kisi jendela lepas, tetapi tidak seorang pun terluka. Berikutnya gempa bumi yang sangat kuat terjadi, dan setiap makhluk hidup yang ada, termasuk kami, jatuh ketanah dan meninggal untuk beberapa jam.

Saya adalah orang pertama yang bangkit dan sayamelihat yang lainnya dalam keadaan meninggal. Kemudian sebuah suara di belakang saya berkata, “Pergi dan ambillah sebuah Alkitab dari salah satu bangku.” Saat saya bergerak dan berjalan, saya merasa sangat ringan seperti kertas. Akhirnya setiap orang dalam mimpi saya tersebut dibangkitkan, termasuk tante saya yang adalah jemaat GYS di Abiriw. Dia bangun dan menggapai sebuah Alkitab dan memberikannya kepada saya. Saya membuka kitab Mazmur, dan saat itu mimpi saya berakhir dan saya pun bangun.

Malam itu saya tidak bisa tidur lagi, dan pagi berikutnya saya menceritakan semuanya kepada pendeta. Mimpi ini menguatkan iman saya atas kebenaran kebangkitan di akhir zaman. Hal ini juga membuktikan kepada saya bahwa Tuhan ada di GYS, dan Dia selalu ada untuk berbicara kepada kita.

Di GYS, kita adalah satu keluarga dalam Kristus Yesus. Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada saudara-saudari di Gereja Ghana dan yang di luar Ghana atas perhatian mereka yang penuh kasih. Melalui kasih mereka dan anugerah Tuhan, saya mendapat kesempatan bersekolah. Saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan kemampuan kepada mereka agar dapat menolong orang lain juga. Masa depan sebuah keluarga dan bangsa tergantung pada para pemuda-pemudi. Gereja perlu melatih anak-anak muda untuk menjadi pemimpin di masa akan datang, persis seperti Musa melatih Josua untuk menggantikannya. 

Kami mengharapkan GYS akan terus memberikan dukungannya bagi pemupukan iman anak-anak muda, agar Gereja mempunyai masa depan yang baik. Semoga Tuhan memberkati semua orang dalam kelimpahan dan setiap pekerjaan gereja. Amin.