Skip to main content
Gereja Yesus Sejati Indonesia

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Search
Gereja Yesus Sejati Indonesia
Gereja Kita
GYS Cianjur
  
Gereja Yesus Sejati Indonesia > Kesaksian > Malaikat Tuhan Menjagaku  

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Mama, Malaikat Tuhan Menjagaku!

Bila hari ini saya dan anak saya masih hidup, itu sungguh berkat kemurahan Tuhan Yesus.

Hari Minggu 17 April 2005, pulang dari Sekolah Minggu di gereja Sunter, saya dan anak saya berjalan keluar dari gereja, hendak menunggu kendaraan untuk pulang. Saya berdiri sambil menggandeng anak saya dengan tangan kiri.

Kira-kira 5 menit kami menunggu, tiba-tiba ada hantaman yang keras ke sisi kiri tubuh saya yang membuat saya merasakan gelap seketika. Saya langsung berteriak keras, "Haleluya! Haleluya…!"

Ketika membuka mata, saya lihat diri saya sudah berada di kolong mobil dalam posisi terlentang sementara roda mobil masih berputar mundur. Menoleh ke kanan, saya dapati anak saya terbaring tengkurap.

Saya takut sekali karena anak saya tidak menangis ataupun bersuara. Anak-anak biasanya menangis kalau jatuh. Secara reflek saya menutupi bagian belakang kepalanya dengan tangan kanan agar tidak terbentur bagian bawah mesin mobil, lalu berteriak, "Tolong! Tolong...!"

Mendengar teriakan saya, barulah anak saya menangis. Saya jadi agak tenang; menangis berarti masih hidup. Pada saat itu saya mendengar ada orang yang memukul mobil tersebut, menyuruhnya berhenti. Pengemudinya sangat terkejut waktu diberitahu bahwa dia sudah menabrak orang. Maka dia langsung memajukan mobilnya, padahal saya dan anak saya sudah hampir keluar dari kolong bagian depan mobil. Akibatnya, tangan saya yang melindungi kepala anak saya luka baret dan kena panasnya mesin mobil.

Saya dibopong bangun oleh orang-orang yang ada di sana, dan masih sempat mengangkat anak saya untuk berdiri. Saya menangis karena kaget dan merasa perih di punggung, sambil berjalan dengan terpincang-pincang karena kaki kiri saya luka; celana panjang yang saya kenakan sampai berlubang. Saya takut sekali terjadi sesuatu pada anak saya sedangkan hari itu suami saya sedang berada di luar kota (Wisma Berkat, Cibodas).

Pengemudi yang menabrak kami itu ternyata hanya berhenti sebentar untuk menanyakan alamat yang ia tuju, lalu mundur dan menabrak kami. Kami pun dibawa masuk ke mobilnya. Baru saja mau jalan, seorang laki-laki berjaket hitam datang mengembalikan ponsel saya. Saya baru sahu kalau ponsel saya terpental keluar dari tas; mungkin karena tidak tertutup rapat. Syukur kepada Tuhan yang menggerakkan hati orang tersebut untuk mengembalikan ponsel yang ia temukan. Kejadian seperti ini jarang sekali terjadi.

Kami langsung dilarikan ke UGD Mitra Kemayoran. Luka-luka saya diobati dan anak saya diperiksa. Sungguh ajaib, tidak ada luka yang berarti pada tubuh anak saya, baik di punggung maupun di dada. Sedikit memar pun tidak ada, padahal posisi jatuhnya tengkurap. Sedangkan saya mendapat luka baret dan memar pada punggung dan kaki.

Kejadian ini membuat saya sadar bahwa Tuhan telah menegur saya. Hari Minggu pagi itu anak saya minta diajak ke Sekolah Minggu, tapi saya menjawab, “Hari ini kita tidak pergi, ya? Mama mau jaga adik." (Waktu itu anak saya yang kecil sedang sakit buang-buang air). Anak saya merajuk; dia langsung bilang, "Mama anak Iblis, tidak mau ke gereja!" Seketika itu juga saya sadar. Orangtua yang lain bersusah-apayah membujuk anaknya supaya mau ke gereja, saya justru tidak mau membawanya ke gereja. Karenai itu saya langsung berganti pakaian dan membawanya ke gereja.

Sungguh Tuhan itu mahabaik. Dia melihat kesungguhan hati anak saya untuk beribadah, dan menjaganya. Karena posisi anak saya ada di sebelah kiri saya, mobil tersebut menabrak anak saya lebih dulu. Mobil itu juga mundur dari arah kiri, tetapi anak saya tidak apa-apa. Yang terjadi pasti sesuai dengan kata-kata anak saya, “Mama, malaikat Tuhan menjaga aku!" Kami berdua masih diberi hidup! Kami masuk ke kolong mobil sedan yang sempit, tapi tidak terlindas roda mobil.

Ketika saya menceritakan kejadian ini kepada teman-teman kantor, mereka semua mengatakan bahwa ini sungguh suatu mujizat. Ada yang bercerita tentang seorang temannya yang mau mengeluarkan mobil dari garasi rumah. Dia tidak melihat di belakang mobilnya ada anaknya yang berumur 5 tahun, sehingga anak tersebut tertabrak dan akhirnya meninggal dunia.

Sungguh saya merasakan bahwa Tuhan menjaga kami, dan bahwa saya harus bersaksi tentang kebaikan dan pertolongan Tuhan ini. Kejadian ini membuat iman saya semakin bertumbuh, dan saya semakin menyadari bahwa Tuhan selalu menyertai anak-anak-Nya. Tuhan pasti punya maksud yang indah di balik semua peristiwa yang diizinkan-Nya terjadi itu.

Segala kemuliaan hanya bagi nama Tuhan. Amin.

Suryanti (Sansan) dan Joanne - Sunter, Jakarta, Indonesia

Sumber: Warta Sejati 45
untuk menyimpannya ke dalam media penyimpan, klik-kanan pada link di atas, dan pilih "save link as" (pada Mozilla Firefox) atau "save target as" (pada Microsoft Internet Explorer).