Skip to main content
Gereja Yesus Sejati Indonesia

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Search
Gereja Yesus Sejati Indonesia
Gereja Kita
GYS Cianjur
  
Gereja Yesus Sejati Indonesia > Kesaksian > Mencari Tuhan  

Gereja Yesus Sejati Indonesia

(Manna 67: The Bible)

Mencari Tuhan

Bart Morris—Melbourne, Australia

 

Mencari Tuhan. Nah, itu ide yang menarik! Untuk seorang Kristen yang berkomitmen, itu adalah pernyataan yang agak luar biasa. Yang perlu Anda lakukan adalah berlutut (jika Anda mampu) dan berdoalah dan DIA ada untuk mendengarkan Anda. Jadi keharusan mencari Dia tampaknya suatu hal yang tidak biasa. Tapi apakah itu benar?

 

TRADISIONAL KRISTEN SELAMA ENAM TAHUN

Saya lahir pada tahun 1925 di Sydney, ibukota Negara Bagian New South Wales, Australia. Usia saya delapan puluh lebih, hampir sembilan puluh tahun. Saya dibaptis dan dibesarkan di sebuah denominasi Kristen tradisional, saya menghabiskan lebih dari enam puluh tahun berkebaktian setiap hari Minggu. Saya mulai ikut aktif dalam paduan suara saat saya berumur sembilan tahun dan terus melakukannya selama hampir enam puluh tahun. Ketika saya sudah cukup dewasa, saya aktif dalam urusan gereja; bergabung dengan bagian administrasi, akhirnya menjadi pengawas (posisi yang senior) dan bahkan mewakili gereja saya di konferensi regional.

Saya juga belajar membantu dalam kebaktian Minggu sebagai seorang “pelayan”, yang mengharuskan saya untuk melakukan pembacaan Alkitab, membantu dalam pembagian roti dan anggur di persekutuan dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan pelayanan. Setelah itu, partisipasi saya dalam kegiatan gereja itu lengkap sudah.

Namun, tidak pernah sekali pun ada yang menyarankan kepada saya bahwa saya harus membaca Alkitab dan merenungkan apa maksudnya. Bahkan ketika saya disarankan untuk membaca Alkitab dari awal sampai akhir, saya enggan melakukannya, "sepertinya itu tidak penting karena saya punya semua yang diperlukan dari pembacaan Alkitab di hari Minggu." Hal ini termasuk pembacaan singkat sepuluh sampai dua belas ayat setiap Minggu. Sebenarnya hampir ayat-ayat yang sama diulang setiap tahun, sehingga pengetahuan Alkitab saya sangat terbatas.

 

MENCARI JAWABAN

Namun, suatu hari di tahun 1990-an, seseorang mengutip sesuatu dari Alkitab, yang mendorong saya untuk membuka Alkitab dan memeriksa kutipan tersebut. Saya membaca mulai dari kutipan itu dan apa yang saya baca membuat saya mulai berpikir dan membaca lebih lanjut. Saat ini saya tidak bisa mengingat apa kutipan itu, tetapi apa pun itu, hasilnya besar: ayat itu mendorong saya untuk bertanya kepada pendeta saya tentang maknanya. Jawabannya mengejutkan saya. Dia menyuruh saya untuk berhenti membuang-buang waktu saya dan waktunya dengan pertanyaan konyol dan percaya saja apa yang diberitahukan kepada saya oleh beliau. Karena sebenarnya ia tidak memberitahukan saya apa-apa, jawabannya tersebut membuat saya kesal, jadi saya memutuskan untuk mempelajari Alkitab lebih detail, dan mencari tahu sendiri apa artinya.

Sebagai pencari kebenaran secara alami, saya berpikir bahwa cara terbaik untuk mempelajari Alkitab adalah untuk mulai dari awal, dan membaca seluruh Alkitab, sehingga saya bisa mendapatkan setiap gagasan dalam konteks dan dalam hubungan secara keseluruhan dengan bagian-bagian lain dari Alkitab. Saya menjadi sistematis dalam pembacaan Alkitab saya. Saya membagi jumlah halaman dengan 365 dan menyadari bahwa jika saya membaca tiga halaman setiap hari, saya akan menyelesaikan pembacaan Alkitab pada pertengahan Desember.

Efeknya pada saya adalah mengejutkan, setidaknya bagi saya. Saya menyadari bahwa Alkitab bukan hanya koleksi kutipan yang tidak terkait dan terputus-putus, tapi sumber pengetahuan-buku sejarah besar dunia dan segala sesuatu ada di dalamnya; buku moralitas yang berisi segala sesuatu yang kita butuhkan untuk kehidupan yang lebih baik dan lebih bermoral; dan yang terakhir dan yang paling penting, sebuah buku panduan yang bisa membawa saya ke Tuhan.

Saya harus menambahkan di sini bahwa membaca tiga halaman sehari memakan waktu sekitar lima belas menit. Karena ada 1.440 menit dalam sehari, lima belas menit adalah sekitar satu persen dari sehari. Saya menyadari bahwa jika saya tidak bisa memberikan Tuhan setidaknya satu persen dari waktu saya, saya pastilah seorang yang sangat sibuk! Saya tidak sesibuk itu! Saya sekarang menghabiskan lebih dari satu persen dari waktu saya membaca firman Tuhan!

Tanpa saya sadari saya telah mencari Tuhan walaupun saya belum mengetahuinya saat itu.

Dalam waktu enam puluh tahun saya berkebaktian pada hari Minggu di gereja saya, saya tidak pernah menyadari bahwa saya telah jatuh cinta dengan ritual gereja. Tidak ada kepercayaan pada Tuhan atau Yesus Kristus dalam upacara di mana saya berpartisipasi; Saya telah menjadi ceremonialist (Red. Seseorang yang suka pada prosesi upacara) dan bukan seorang Kristen, seperti rata-rata jemaat gereja lain pada umumnya. Upacara di kebanyakan gereja saat ini kelihatannya asli dan murni. Pemimpin upacara kebaktian dan peserta lain dalam upacara-upacara keagamaan berlaku seperti penjaga atau pendamping kehormatan.

Para ceremonialist memandang kebesaran dan tindakan-tindakan besar dari para pemimpin upacara kebaktian atau mereka yang membantu dalam pelayanan kebaktian yang dilakukan untuk kepentingan orang-orang yang melihatnya (jemaat). Jika kita kritis, upacara-upacara dalam gereja mirip dengan pergerakan parade militer di mana tentara mengadakan pertunjukan untuk kepala negara atau publik. Agama tidak hadir dalam upacara-upacara seperti itu.

Pada saat saya membaca Alkitab ketiga kalinya (tahun ketiga), saya mulai mencari Tuhan dengan serius. Saya mencoba sejumlah gereja dan sekte, dan mereka memberikan jawaban atas beberapa pertanyaan saya namun tidak untuk semua pertanyaan saya. Jadi saya terus mencari jawaban saya sendiri.

 

JAWABAN DITEMUKAN

Kadang-kadang, Tuhan bekerja dengan cara misterius. Suatu hari saya sedang mengemudi di sepanjang jalan ketika saya sampai pada suatu penutupan jalan; saya berbelok ke kiri ke sisi jalan, berniat untuk melewati penutupan jalan tersebut dengan mengemudi menyusuri jalan paralel dan kembali ke jalan yang seharusnya di sisi jalan berikutnya. Saat saya sedang menunggu untuk berbelok ke kanan ke jalan paralel saya melihat tanda melengkung di luar gedung di sudut, yang berbunyi, "GEREJA YESUS SEJATI."

Saya belum pernah mendengar tentang gereja ini sebelumnya, jadi saya menepi dan melihat lebih lanjut tanda ini. Saya kemudian melihat tanda yang lebih kecil dengan dasar kepercayaan gereja ini. Daftar dasar kepercayaan ini menarik buat saya sehingga saya memutuskan untuk menyelidiki lebih lanjut.

Hari Sabtu berikutnya (salah satu pertanyaan saya), saya datang dan mulai mempertanyai kepercayaan gereja “baru” ini. Pengkudusan hari Sabat adalah hal khusus yang menarik perhatian saya untuk pertama kalinya, karena Allah memasukkan perintah keempat ini sesudah perintah pertama sampai ketiga yang mengharuskan kita menyembah-Nya. Ini adalah perintah pertama yang memerintahkan kita secara aktif melakukan sesuatu. Delapan dari perintah-perintah lain dimulai dengan kata-kata “Jangan” (Kel. 20:1-17). Juga di seluruh Alkitab kita terus-menerus diberitahu untuk "mengkuduskan hari-hari Sabat." Maka Allah jelas menganggap hal ini penting.

Saya mulai dengan pertanyaan sederhana yang pertama; dan pertanyaan saya tersebut terjawab. Misalnya: apakah Gereja Yesus Sejati mengkuduskan hari Sabat yang adalah hari Sabtu? Apakah Gereja Yesus Sejati percaya bahwa Alkitab adalah firman kekal Allah? Apakah mereka percaya baptisan selam (seluruh tubuh masuk ke dalam air)? Setiap kali jawabannya adalah "Ya." Kemudian saya mencoba pertanyaan-pertanyaan sulit, yang biasanya menakutkan beberapa pendeta, misalnya: Apakah Anda percaya bahwa Allah menciptakan alam semesta dalam enam hari secara biasa? Apakah Anda percaya pengertian kedatangan Yesus Kristus yang kedua seperti yang digambarkan dalam Alkitab? Sekali lagi, saya mendapat jawaban yang bukan saja positif tapi juga sensitif! Haleluya! Saya telah menemukan apa yang saya cari.

Saya mengikuti pelatihan di GYS secara rutin dan tanpa memakan waktu lama saya pun mulai aktif mengikut kebaktian-kebaktian. Saat saya terus mempelajari kebenaran Alkitab dan mengikuti kebaktian di GYS, saya berangsur-angsur semakin yakin bahwa saya telah menemukan apa yang selama ini saya cari dan saya harus dibaptis dalam gereja ini. Akhirnya, saya merasa diberkati dengan menerima baptisan selam yang seutuhnya dan Roh Kudus juga. Haleluya!

 

FIRMAN TUHAN ADALAH KUNCI

Sejak itu saya berpartisipasi di sebanyak mungkin kebaktian yang dapat saya hadiri dan diberkati dengan dapat mengenal saudara dan saudari seiman yang secara teguh percaya akan Tuhan Yesus Kristus dan Firman-Nya.

Mempelajari firman Allah telah memperkuat keyakinan saya di hadapan Tuhan dalam hidup saya. Sekarang saya selalu merasakan kehadiran-Nya, dan saya sering berpaling kepada-Nya untuk bantuan dan nasihat. Setiap kali saya berjuang untuk suatu masalah, baik itu besar atau kecil, Dia selalu ada di sisiku: Roh-Nya menghibur dan meyakinkan saya.

Selain itu, saya didorong untuk memberitakan Injil kepada orang lain dan membawa mereka ke gereja, yang sangat berbeda dari gereja saya sebelumnya, di mana saya bahkan diolok-olok ketika saya mencoba untuk membawa orang-orang baru.

Saya juga terbangun oleh kemajuan gereja yang karena dirasa perlu membeli lahan baru di Croydon South, pinggiran Melbourne, ibukota negara bagian Victoria, Australia. Tempat baru ini memungkinkan kami melipatgandakan jumlah kami yang menghadiri kebaktian pada hari Sabtu, dan juga menyediakan lebih banyak ruang-ruang kelas yang memungkinkan anggota gereja, terutama para pemuda untuk dilatih mengenai Firman Tuhan.

Sama seperti gedung gereja sebelumnya, gedung baru tidak memiliki salib, patung, atau gambar lainnya yang menarik perhatian. Kesederhanaan mengingatkan saya pada fakta bahwa menemukan Tuhan itu tidak terlalu sulit asalkan kita benar-benar percaya dan mengikuti firman-Nya seperti yang diberikan kepada kita di dalam Alkitab. Hanya berlutut dan berdoa, dan Anda akan menemukan bahwa Dia ada di sana dengan Anda.

Semoga Tuhan memberkati setiap dari Anda saat Anda menyelediki Firman-Nya, dan berdoa tanpa henti kepada Tuhan Yesus Kristus. Haleluyah, puji Tuhan!