Skip to main content
Gereja Yesus Sejati Indonesia

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Search
Gereja Yesus Sejati Indonesia
Gereja Kita
GYS Cianjur
  
Gereja Yesus Sejati Indonesia > Kesaksian > Perkara-Nya Sungguh Luar Biasa  

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Perkara-Nya Sungguh Luar Biasa

Dalam nama Tuhan Yesus bersaksi,

Bersyukur atas kasih dan kemurahan Tuhan yang begitu besar, pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan kesaksian tentang bagaimana Tuhan meluputkan saya dari marabahaya yang nyaris merenggut nyawa saya.

Pada 12 November 2000, saya dan adik lelaki saya pulang ke Cilacap, kota kelahiran saya, untuk menghadiri acara pernikahan salah satu pendeta muda Gereja Yesus Sejati. Keesokan harinya kami kembali ke Jakarta dengan mobil. Dalam perjalanan kami singgah ke rumah sanak keluarga di daerah Majenang. Karena itu saya jadi amat lelah dan mengantuk sehingga tertidur pulas di dalam mobil.

Sebelum memasuki kota Tasikmalaya, tepatnya di daerah Ciamis, kira-kira pukul 1 siang, mobil kami menabrak mobil angkutan umum di depan kami yang berhenti dengan mendadak. Saat itu mobil kami sedang melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi sehingga benturan yang terjadi sangat keras.

Adik saya sudah berusaha menginjak rem tetapi mobil tetap tidak dapat berhenti sehingga tabrakan itu tidak dapat dielakkan. Akibat benturan yang amat keras itu saya terpental dan kepala saya membentur kaca. Puji Tuhan, saat itu saya sedang tidur pulas sehingga saya tidak mengetahui apa yang terjadi, juga tidak merasakan sakit. Baru setelah adik saya berseru "Aduh", saya terbangun. Sambil membuka mata saya bertanya, "Ada apa?" Dan ia menjawab, "Tabrakan!" Saya melihat kaca mobil hancur berkeping-keping. Lalu adik saya dengan panik mengambil tissue untuk membersihkan wajah saya dari serpihan kaca dan darah yang mengalir. Ia menyuruh saya memegang wajah saya, dan setelah saya pegang, saya lihat tangan saya penuh darah. Pada saat itu banyak orang di luar berteriak-teriak agar kami segera turun dari mobil.

Tetapi kami tidak berani keluar dan tetap diam saja di dalam mobil. Akhirnya setelah orang-orang tersebut berteriak lagi, "Ayo cepat, kita bawa ke rumah sakit!", kami pun keluar. Banyak orang menghampiri kami dan mau menolong mengangkat saya, tapi saya bilang tidak perlu karena saya merasa masih kuat berjalan sendiri. Sambil dituntun, kami menuju rumah penduduk.

Sungguh ajaib cara Tuhan menolong anak-anak-Nya. Saat itu ada orang yang mau menolong mengantar saya ke rumah sakit umum di Ciamis. Sesampainya di rumah sakit, saya dibaringkan di ruang gawat darurat karena dokternya tengah melakukan operasi. Saat itu saya berdoa, "Ya Tuhan, tolonglah anak-Mu ini supaya cepat dirawat dan kiranya Engkau juga memberi kekuatan kepada hamba-Mu ini untuk dapat menghibur adik saya yang kalut dan sedang menangis melihat keadaan saya."

Setelah berdoa, saya berkata kepada adik saya agar tidak menguatirkan keadaan saya dan memintanya untuk menghubungi Gereja Yesus Sejati Jakarta untuk memberitahu suami saya, Pendeta Natan Dermawan, dan mengingatkan dia untuk mengurus mobilnya. Tiba-tiba saya merasa kepala saya berputar-putar sehingga saya tidak berani membuka mata. Waktu itu saya benar-benar merasa takut. Adik saya keluar menemui seorang mantri untuk minta segera dicarikan dokter. Akhirnya saya dibawa ke ruang operasi. Sebelum memasuki ruang operasi saya kembali berseru kepada Tuhan, "Ya Tuhan, tolonglah hamba-Mu ini supaya jangan ada luka yang membahayakan dan kiranya Engkau berkenan memberikan pertolongan yang terbaik untuk saya."

Di ruang operasi, saat luka-luka di wajah saya dibersihkan, saya merasakan sakit akibat beberapa serpihan kaca yang menusuk wajah saya. Setelah selesai saya meminta agar dokter memeriksa bagian belakang kepala saya. Ternyata ada luka sedikit, kemudian luka itu dijahit.

Bersyukur pada Tuhan adik saya tidak mengalami luka apa-apa dan luka yang saya derita tidak membahayakan, sehingga keesokan harinya saya diperbolehkan keluar dari rumah sakit untuk meneruskan perjalanan pulang ke Jakarta. Sebelum ke Jakarta, saya dan suami mengantar adik saya ke kantor polisi untuk mengurus mobilnya. Saat tiba di sana, saya benar-benar terkejut melihat mobil Panther yang saya tumpangi kemarin rusak berat. Kap depan sebelah kiri (di depan tempat saya duduk) melesak sampai ke dalam cukup parah. Saya juga melihat foto mobil angkutan umum yang tertabrak, juga rusak berat. Saya benar-benar berterima kasih kepada Tuhan Yesus, karena saya masih diberi kesempatan untuk merasakan kasih Tuhan yang luar bisa, menyelamatkan nyawa dan tubuh jasmani saya dari kecelakaan.

Meru Susana - Sunter, Jakarta, Indonesia