Skip to main content
Gereja Yesus Sejati Indonesia

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Search
Gereja Yesus Sejati Indonesia
Gereja Kita
GYS Cianjur
  
Gereja Yesus Sejati Indonesia > Kesaksian > Pertarunganku Melawan Kanker  

Gereja Yesus Sejati Indonesia

 

 

Pertarunganku Melawan Kanker

Betty Pang – Garden Grove, California, Amerika Serikat

 

 

Dalam nama Tuhan Yesus Kristus saya bersaksi.

Saya berasal dari Sabah, yang terletak di Kalimantan Utara, Malaysia. Saat ini saya tinggal di California, Amerika Serikat, dengan suami dan anak-anak saya. Tumbuh dewasa dan menjadi pribadi yang bersemangat, saya selalu memiliki kesehatan yang baik.

Enam belas tahun yang lalu, ketika saya berusia empat puluh tahun, hidup saya berubah.

 

Awal Mula

Saya didiagnosa menderita kanker pada salah satu payudara saya. Ketika dokter memberitahu saya melalui telepon, caranya sangat terus terang dan tanpa basa-basi. Dia mengatakan bahwa payudara saya harus diangkat minggu depan dan dia akan menjadi ahli bedah yang dijadwalkan bagi saya.

            Dari semula, bahkan setelah biopsi[1], dalam pikiran saya, saya adalah seorang yang sangat sehat. Ketika dokter memberitahu saya, saya merasa hancur, terguncang dan saya tidak dapat menerima kenyataan itu. Saya tidak dapat bekerja selama beberapa hari karena saya merasa begitu marah dan kecewa. Saya mencari pendapat kedua dan ketiga, tapi para dokter tersebut menegaskan bahwa itu memang kanker payudara.

            Saya sulit untuk menerimanya, karena saya merasa tidak akan menjadi orang yang sempurna tanpa satu payudara. Pada saat itu, satu-satunya pilihan adalah melakukan mastectomy[2]. Saya berdoa kepada Tuhan dan sekalipun saya berani untuk tidak meminta mujizat terjadi saat itu juga, saya juga tidak ingin menjalani mastectomy.

            Bagi saya dunia rasanya telah berakhir, jadi saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan jalan keluar. Ketika saya secara perlahan sadar kembali, saya dapat menerima kenyataan tersebut. Saya berdoa dan keluarga saya berdoa bersama saya, dan yang dapat kami lakukan hanyalah mempercayakan semua itu kepada Tuhan.

            Pada saat itu, saya terlibat cukup dalam pada bagian publikasi di gereja, termasuk pekerjaan administrasi untuk Majelis Pusat Gereja Yesus Sejati Sabah dan Departemen Penginjilan wilayah Asia Tenggara, yang sering kali penuh tekanan. Selain itu pekerjaan saya sendiri juga banyak menuntut perhatian. Ketika semuanya menjadi satu, saya pikir saya akan ambruk.

 

Pengobatan di Singapura

Suami saya dan saya mengenal banyak jemaat karena kami bekerja bagi gereja, dan berita mengenai kondisi saya telah menyebar sehingga banyak saudara berdoa bagi saya. Saya ingin berobat di Singapura karena teknologinya sudah lebih maju. Saya tahu ini bukan solusi yang tepat mengingat biaya yang harus dikeluarkan dan saya dalam keadaan kalut.

            Bersyukur kepada Tuhan, akhirnya saya mendapatkan semua yang saya minta. Saya mengurus keberangkatan ke Singapura untuk berobat, dan semuanya diatur oleh Rumah Sakit Umum Daerah – yang karenanya saya sangat berterima kasih – sementara kebanyakan orang akan menolak membantu. Saya meminta dokter konsultan senior untuk menandatangani surat-surat saya tanpa banyak perdebatan. Dia bahkan mengatur segala sesuatu dengan Rumah Sakit Umum Singapura untuk pengobatan saya.

            Ketika saya tiba di Singapura, dokter spesialis mengatakan bahwa saya dapat membatalkan mastectomy dan memilih untuk melaksanakan lumpectomy[3] yang dilanjutkan dengan radioterapi (pengobatan dengan sinar). Entah bagaimana, Tuhan membuat segala sesuatu berjalan lancar.

            Pengobatan itu cukup menyakitkan dan radioterapi berlangsung selama kurang lebih lima belas menit sepanjang minggu. Setelah penyinaran saya akan mengunjungi taman dan berjalan-jalan sambil ‘cuci mata’.

            Selama saya di Singapura, saya tidak melupakan pekerjaan kudus dan saya dapat mengumpulkan banyak artikel dari saudara-saudari di sana untuk bahan publikasi literatur wilayah Asia Tenggara.

            Pada akhirnya, kami menikmati saat yang menyenangkan di Singapura selama kurang lebih dua bulan. Suami saya menemani saya selama beberapa minggu, kemudian dia harus pulang untuk kembali bekerja. Lalu saudara laki-laki saya datang, dan anak-anak saya datang menggantikannya setelah dia pergi. Saya pikir Tuhan telah memberi saya liburan yang menyenangkan.

 

Pertarungan Terbaru

Tiga minggu yang lalu saya didiagnosa menderita kanker hati, tapi kali ini saya tidak ‘sehancur’ waktu dulu. Dokter itu juga memberitahu saya melalui telepon. Saya tidak tahu mengapa dia melakukan itu, tapi saya tidak terguncang atau terkejut.

            Ketika sebelumnya saya pergi ke dokter, saya memberitahunya bahwa saya merasa sakit. Saya mudah lelah dan kehilangan nafsu makan. Kemudian dia menekan pinggang saya dan merasakan ada sebuah tonjolan – hati yang mengeras. Dia berkata, “Oh, ini tidak baik.” Dia memberitahu saya untuk melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Setelah pemeriksaan USG, dia memanggil saya dan menegaskan diagnosanya bahwa itu adalah kanker hati. Puji Tuhan, respon saya mendengar itu sangat tenang.

            Kemudian saya pulang dan berdoa. Sekarang saya berumur enam puluh tahun, dan jika saya harus pergi sekarang, saya siap. Saya berkata kepada Tuhan bahwa saya akan tunduk kepada kehendak-Nya – apapun itu. Enam belas tahun yang lalu, saya tidak siap untuk pergi meninggalkan dunia ini karena anak-anak saya masih kecil.

            Sekarang anak-anak saya telah dewasa, dan satu-satunya yang membuat saya sedih adalah saya harus meninggalkan suami saya – kami sungguh-sungguh telah menjadi satu selama lebih dari 38 tahun pernikahan.

            Saya meminta Tuhan untuk memberi saya keberanian, iman dan kedamaian pikiran. Hanya itulah yang saya butuhkan. Saat ini sudah dua bulan sejak diagnosa, dan saya merasa damai, serta tetap dapat mempertahankan iman saya.

 

Lebih Dekat Kepada Tuhan

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Rm. 8:28)

 

Ini adalah ayat yang dikutip oleh seorang saudari di Sabah untuk saya ketika saya mengalami kanker payudara. Belum lama ini dia mengirim email dan mengutip ayat yang sama untuk menghibur saya.

            Saya tidak tahu apa yang Tuhan rencanakan bagi saya, tapi saudara-saudari dari banyak gereja berdoa dengan sangat tekun untuk saya, bahkan banyak jemaat lokal datang mengunjungi saya. Saya sangat tersentuh dan berterima kasih kepada Tuhan atas ungkapan kasih yang begitu indah ini.

            Semua ini adalah hal yang baik. Sekarang saya dapat memahami dan menghargai penderitaan orang lain dengan lebih baik. Saya juga makin sadar akan kesehatan, dan saya merasakan kehangatan dan kepedulian saudara-saudari seiman baik yang jauh maupun yang dekat.

            Lebih dari segalanya, saya semakin dekat kepada Tuhan.

            Kisah saya tidak berakhir sampai di sini; masih akan ada kelanjutannya. Sekarang saya sedang melewati ‘lembah kekelaman’. Saya tidak tahu apa kehendak Tuhan atas saya, tapi saya tahu Dia bekerja dengan cara yang menakjubkan. Saya berharap dapat menghadapi akhir dari kesaksian ini suatu hari nanti.

            Saya berdoa supaya Tuhan memberkati semua orang yang terus-menerus menunjukkan kasih dan perhatiannya kepada saya. Dalam penderitaan dan kelemahan saya, saya percaya Tuhan mempunyai maksud tertentu. Dan saya tidak ingin mengetahui maksud tersebut sampai saya dapat mencapai akhir dari penderitaan ini.

            Terima kasih untuk semua hiburan, dukungan dan doa Saudara. Semoga Tuhan memberkati Saudara dan biarlah segala kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus. Amin.

 

Catatan Editor:

Saudari Betty Pang pergi ke Taiwan untuk mencari pengobatan alternatif Cina untuk mengobati kanker hatinya. Ia tinggal di Gereja Taipei, dan kondisinya membaik di bawah pemeliharaan Tuhan dan doa semua orang. Baru-baru ini ia kembali ke California Selatan setelah satu bulan tinggal di Taiwan. Ia menyampaikan banyak terima kasih kepada semua orang yang tanpa kenal lelah berdoa baginya, dan ia sangat tersentuh oleh kasih dan perhatian yang mereka tunjukkan selama masa-masa sulit tersebut. Kami berdoa agar ia segera sembuh.



[1] Biopsy – pemeriksaan jaringan atau cairan dari badan hidup untuk menentukan keberadaan atau penyebab suatu penyakit.

[2] Mastectomy – operasi pengangkatan payudara untuk membuang tumor ganas.

[3] Lumpectomy – operasi pengangkatan tumor tanpa membuang banyak jaringan di sekitarnya maupun kelenjar getah bening; dilakukan pada beberapa kasus kanker payudara.