Skip to main content
Gereja Yesus Sejati Indonesia

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Search
Gereja Yesus Sejati Indonesia
Gereja Kita
GYS Cianjur
  
Gereja Yesus Sejati Indonesia > Kesaksian > Saya Berasal Dari Kawanan Lain  

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Saya Berasal Dari Kawanan Lain

Dalam nama Yesus saya mengucap syukur atas kesempatan memberikan kesaksian ini.

Pada tahun 1991, saya mengundurkan diri dari pekerjaan saya. Namun, seiring berjalannya waktu, saya mempunyai keinginan yang kuat untuk kembali ke pekerjaan lama saya. Sesudah beberapa malam saya tidak bisa tidur memikirkan hal tersebut, saya memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan baru saya dan kembali ke pekerjaan lama saya. Dua tahun kemudian, seorang saudara dari Gereja Yesus Sejati bergabung dengan perusahaan tempat saya bekerja dan memperkenalkan saya kepada injil kebenaran. Saya sekarang mengerti bahwa adalah kehendak Tuhan saya kembali ke pekerjaan lama saya. Dengan campur tangan Tuhan, saya merasakan kasih karunia-Nya yang luar biasa dan pengalaman yang memuaskan rohani saya.

Saya sudah berkebaktian di gereja Presbyterian selama 22 tahun. Sehingga adalah hal yang mengejutkan saat diberitahukan secara terus terang kalau apa yang saya percayai tidaklah sesuai dengan pengajaran Alkitab, dan secara rohani saya tidak akan diselamatkan sama sekali.

Saat saya mencari kebenaran, saya menghadiri kebaktian sore di Gereja Yesus Sejati di Telok Kurau. Pengkhotbah menyampaikan tentang Nehemiah pasal 13, yang menceritakan bahwa Sabat telah dicemari. Hal itumembuat saya menyadari bahwa kebaktian yang saya lakukan pada hari Minggu tidak diterima. Perintah keempat adalah jelas dalam hal ini. Yesus sendiri menjalankan hari Sabat (Lukas 4:16, 31). Begitu juga dengan para rasul pada gereja mula-mula (Kis. 17:1-2; 13:14, 44; 16:13; 18:4). Hal ini membuat saya bertanya-tanya dan mencari dalam Alkitab. Selama pergumulan saya, kadang-kadang saya bangun sekitar jam 2 atau 3 pagi untuk mempelajari Alkitab dan membiarkan Tuhan berbicara kepada saya melalui Firman-Nya.

Saya selalu percaya bahwa saat seseorang menerima Yesus Kristus sebagai Penyelamat, Roh Kudus akan tinggal di dalamnya dan dia akan diselamatkan, dan baptisan hanyalah sebagai tanda luar dari imannya. Saya membaca dua pamflet dari Gereja Yesus Sejati yang diberikan kepada saya dan saya memberikannya kepada pendeta saya pada suatu Minggu. Saya ingin tahu bagaiamana pemikirannya atas doktrin yang dipaparkan dalam bahan literatur tersebut. Dua minggu berlalu tanpa berita dari beliau. Saat saya berkesempatan bertemu dengannya, beliau mengatakan dikarenakan kesibukannya belum sempat membaca pamflet yang saya berikan. Sesudah satu setengah bulan berlalu, saya bertanya kepada beliau kembali. Pendeta tersebut mengatakan kepada saya bahwa dia sudah membaca pamflet yang saya berikan dan merasa bahwa doktrin yang dibahas serupa dengan doktrin dari gereja Presbyterian. Untuk berbahasa lidah, beliau mengatakan bahwa hal tersebut serupa dengan pandangan gereja Presbyterian. Saya menunjukkan kepadanya perbedaan dan pentingnya baptisan untuk keselamatan dan mengambil referensi dari 1Petrus 3:20-21. Beliau mengatakan, “Oh ya, saya mau membahas hal tersebut denganmu.” Perbincangan kami terputus pada topik tersebut.

Saya tidak merasa puas atas jawaban-jawaban yang diberikan. Walaupun banyak teman-teman gereja saya yang memberikan nasihat untuk berbicara kepada pendeta saya, tapi dikarenakan saya tidak mendapat kesempatan tersebut, saya memutuskan untuk mencari kebenaran sendiri dalam Alkitab. Ada saatnya dimana saya tidak benar-benar setuju dengan isi dari bahan literatur yang saya baca, tetapi keraguan saya dengan cepat terjawab saat saya membaca ayat-ayat pendukung yang tertera dalam bahan tersebut. Membaca dalam Alkitab meyakinkan saya bahwa baptisan adalah untuk pengampuan dosa (Kis. 2:38, 22:16) dan seseorang bisa jadi tidak mempunyai Roh Kudus saat menerima Yesus sebagai juruselamat (Kis. 8:14-16; 19:1-2).

Saya ingat bahwa saya berdoa kepada Tuhan, memohon agar Dia memimpin saya ke gereja dimana saya dapat bertumbuh secara rohani dan merasakan kehadiran-Nya. Saudara yang mengabarkan injil kepada saya berpikir akan susah memberitakan kebenaran kepada saya karena saya sudah bergereja di gereja Presbyterian untuk waktu yang lama. Tuhan sungguh berbelas kasihan dan setia. Dia mengetahui kerinduan rohani kita dan membantu melewati segala sesuatu dalam waktu yang tepat. Walaupun butuh waktu 22 tahun sampai akhirnya saya baru menemukan gereja yang sejati, saya selalu mengingat anugerahTuhan yang dilimpahkan kepada saya, seorang pendosa. Sekarang, saya sudah benar-benar dibaptis dalam Nama-Nya, saya berdoa untuk selalu mencari Firman Tuhan dan mengenal Dia dengan lebih baik.

Bagi mereka yang saat ini mencari kebenaran, semoga hati Anda terbuka untuk pimpinan-Nya. Jangan mempelajari Alkitab dengan prasangka dulu. Bandingkan doktrin dengan apa yang telah Anda pelajari di gereja Anda. BiarlahTuhan berbicara kepada Anda seperti Dia telah berbicara kepada saya.

Yesus berkata, "Tetapi barang siapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya" (Yoh 4:14). Segala kemuliaan bagi Tuhan