Skip to main content
Gereja Yesus Sejati Indonesia

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Search
Gereja Yesus Sejati Indonesia
Gereja Kita
GYS Cianjur
  
Gereja Yesus Sejati Indonesia > Kesaksian > Selamat Dari Lempengan Beton  

Gereja Yesus Sejati Indonesia

(Heavenly Sunlight 7)

Selamat Dari Lempengan Beton

Oleh Sdr. Xiu-Ying Ho

 

Haleluya, di dalam namaTuhanYesus saya bersaksi. Saya ingin bersaksi bagaimana satu-satunya cucu perempuan saya diselamatkan dari kecelakaan melalui kasih karunia Tuhan. Kecelakaan ini terjadi tahun lalu pada tanggal 13 Mei, ketika cucu perempuan saya, Yong Xing Ho, dan cucu saya yang lain yang satu kelas dengannya sedang bermain.Pada hari itu, orang tua mereka berada di Kao-Xiung dan dua anak-anak tersebut bermain di luar rumah mereka. Pada sekitar 3:30 siang, saya mendengar cucu saya yang satunya berteriak, "Yong Xing jatuh!" Segera saya berlari keluar dan bertemu dengan dua tetangga saya yang berkata kepada saya, "Kami tidak bisa menemukan pekerja bangunan untuk membantu menyelamatkan!" Kebetulan bagian depan dan samping rumah saya sedang dalam proses konstruksi, ada bangunan-bangunan besar yang sedang dibangun. Oleh karena itu, ada terpasang tanda bahaya pada tempat tersebut. 

Salah satu tetangga saya kemudian pergi mencari suaminya. Pada saat itu, saya mulai panik dan menuju ke lokasi pembangunan dan berteriak mencari Yong Xing. "Aku di sini!" Sebuah suara keluar dari bawah beton yang ditempatkan lima kaki di atas sebuah dinding. Kedua anak berjalan di atas beton ketikamereka tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Yong Xing, kemudian terjebak di bawah beton dan dia berseru, "Haleluya!" dan mencoba mengangkat beton. Tapi dia tidak bisa menggerakannya dan merasakankan sakit yang luar biasa di pinggang. Saya melihat bahwa ada potongan-potongan pecahan kaca dan beton di tanah dan saya mendengar suara yang mengatakan bahwa Yong Xing mungkin bisa menjadi cacat.

Saat itu, saya hanya bisa berdoa kepada Tuhan memohon Dia untuk menyelamatkan cucu perempuan saya satu-satunya dan hanya Dia-lahsatu-satunya yang dapat menyelamatkan cucu saya. Saat itu, saya bisa mendengar langkah kaki suami Ny. Lee yang berhasil mengangkat beton dengan tangannya yang kuat. Cucu saya akhirnya dapat ditarik keluar dari bawah beton. Kecuali untuk beberapa memar di wajahnya, dia tampak baik-baik saja. TerimakasihTuhan! Tangan-Nya yang kuat menahan beton tersebut. Tidak lama kemudian, beton terlepas dari tangan Bp. Lee dan jatuh dengan suara yang keras. Saya membawa Yong Xing pulang dan kami berdoa bersama. Dia segera masuk kekamar untuk tidur tanpa banyak berkata-kata. Setelah selesai berdoa, saya merasa kuatir bahwa dia mungkin menderita luka dalam, jadi saya membawanya ke rumahsakit di  Tai-Nan. Dari pemeriksaan medis, tidak ada luka serius namun dia diopname untuk observasi lebih lanjut. Setelah saya memberitahu kronologis kejadian kepada dokter, dokter menempatkan dia dalam kondisi kritis untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dia diberi masker oksigen dan diinfus. Pada saat itu, cucu saya merasa mengantuk dan tertidur. Sesaat kemudian dia batuk-batuk darah dan ada luka memar di sisi kiri wajahnya.

Cucu saya bangun keesokan harinya. Ketika ditanya apakah dia merasa sakit, dia menjawab tidak ada. Saat kejadian, dia hanya merasa bahwa wajahnya bengkok namun dia tidak merasa takut sama sekali. Terimakasih Tuhan! Hal ini tentunya penyertaan Tuhan. Setelah enam hari di rumahsakit, kecuali untuk pembengkakan di otaknya, semua memar yang lain telah sepenuhnya menghilang. Hasil observasi menyatakan bahwa darah yang keluar saat dia batuk-batuk waktu itu bukan dari luka dalam tapi dari memarnya. Saya merasa segala sesuatunya sudah beres dan memutuskan untuk membawa Yong Xing pulang. Namun dokter bersikeras agar Yong Xing tetap dirawat di rumahsakit dikarenakan pembengkakan di otaknya masih ada. Jika pembengkakan itu tidak hilang, dia harus menjalani operasi yang bisa saja membuat dia beresiko terinfeksi.

Namun, meskipun beberapa hari kemudian pembengkakan tidak berkurang, kami meminta izin dokter untuk membawa dia pulang. Kami ingin hanya mengandalkan Yesus. Kami kemudian membawanya kembali ke Kao-Xiung bersama dengan obatnya. Malam itu, gereja Shi-Tian berdoa untuk kami. Hari berikutnya bertepatan hari Sabat, di Gereja kami berdoa sepanjang hari tanpa Yong Xing meminum obat sama sekali. Secara ajaib, pembengkakannya mulai menghilang. Keesokan harinya, pembengkakannya hanya sebesar koin. Dari kejadian ini, kita pastinya bisa melihat bahwa hari Sabat adalah hari dimana kita dapat menerima berkat-berkat dari Tuhan. Seminggu kemudian, kami kembali ke Tai-Nan dan dokter memberitahukan bahwa Yong Xing sudah sembuh sepenuhnya. Dia juga tidak perlu menjalani rontgen.

Bersyukur kepada Tuhan atas berkat-Nya yang indah dan menakjubkan. Tidak ada obat lain yang bisa menyembuhkan secepat obat dari Tuhan. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada jemaat-jemaat gerejaTai-Nan, Kai-Yuan dan Shi-Juan untuk kasih mereka dalam doa-doa tak henti-hentinya dan juga untuk pembesukan dari mereka secara terus menerus. Doa-doa mereka yang tidak putus-putus akhirnya didengar oleh Tuhan yang menyembuhkan domba kecil ini. Kejadian ini juga memuliakan nama Tuhan dan juga mengungkapkan mujizat dari  Allah kepada orang-orang yang tidak percaya. Beberapa orang bahkan berkomentar, "Seandainya kami tidak melihatnya dengan mata kepala sendiri, kami tidak akan percaya bahwa cucu Anda adalah anak yang mengalami kecelakan ditimpa beton. Harusnya walaupun tidak meninggal, biasanya akan mengalami cacat. Mungkin hal ini disebabkan ibadah Anda yang tulus kepada Tuhanmu sehingga Yesus Kristus melindungi cucu perempuan Anda.” Seperti tercatat dalam Mazmur 34:8, “Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.” Segala kemuliaan untuknama-Nya! Amin.