Skip to main content
Gereja Yesus Sejati Indonesia

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Search
Gereja Yesus Sejati Indonesia
Gereja Kita
GYS Cianjur
  
Gereja Yesus Sejati Indonesia > Kesaksian > Surga dan Neraka Sungguh-Sungguh Ada  

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Surga dan Neraka Sungguh-Sungguh Ada

"Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu." (Yl. 2:28-29)

"Anak-anak pun sudah dapat dikenal dari perbuatannya, apakah bersih dan jujur kelakuannya." (Ams. 20:11)

Anak perempuan saya Chen Jia-Yin dilahirkan tahun 1996. Bagi saya, dia adalah warisan istimewa yang diberikan oleh Tuhan Yesus kita. Kehidupannya selalu menjadi sumber penghiburan dan sukacita bagi saya.

Sebagai ayah yang penuh perhatian, seringkali saya merisaukan imannya, pelajarannya, dan area pertumbuhan lainnya. Khususnya saya berharap ia menerima Roh Kudus. Saya akan merasa jauh lebih tenang kalau dia memiliki Roh Kudus untuk menolong dan memimpinnya kepada kebenaran Tuhan (Yoh. 16:13).

Dari pengalaman saya sebagai pendeta penuh waktu, saya takut bahwa, dengan tahap konsentrasi dan semangat doanya yang sekarang, bisa bertahun-tahun lagi baru dia akan menerima Roh Kudus. Tetapi kasih dan karunia Tuhan jauh melebihi khayalan manusia.

Pada suatu sesi doa memohon Roh Kudus, Jia-Yin mendapat penglihatan. Beberapa hari kemudian, ia menerima Roh Kudus yang berharga. Saya merasa sangat tenang mengetahui bahwa ia sekarang memiliki pimpinan dan pertolongan dari Roh Kudus di dalam hidupnya.

Saya sekarang akan menceritakan penglihatan yang dilihatnya dan pengalamannya menerima Roh Kudus.

Penglihatan Tentang Dua Jalan

"Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan dan sedikit orang yang mendapatinya." (Mat. 7:13-14)

Pada hari Jumat, 23 April 2004, pada saat kebaktian kebangunan rohani di gereja kami di Taichung Utara, Jia-Yin beranjak ke bagian depan aula untuk berdoa memohon Roh Kudus.

Selagi ia terus-menerus mengucapkan "Haleluya, puji Tuhan", muncullah di hadapannya kegelapan yang tiba-tiba. Ia merasa rohnya terangkat, dan lalu melayang-layang di udara, ia melihat penglihatan.

Jia-Yin melihat roh orang-orang yang sudah mati bangkit dari tubuh mereka dan berjalan di sebuah jalan. Tak lama kemudian, mereka tiba di persimpangan di mana mereka harus memilih antara dua jalan.

Ada jalan lebar yang menurun, dan semakin jauh mereka berjalan, jalan itu menjadi kian sempit dan gelap. Jalan yang lain sempit dan penuh bebatuan, menanjak, tetapi semakin jauh berjalan, jalan itu jadi semakin terang.

Jalan Menuju Kebinasaan
Ia melihat bahwa orang-orang yang memilih jalan yang lebar jadi saling berdempetan sewaktu jalan itu menyempit. Di ujung jalan terdapat jembatan yang sangat indah dan megah.

Orang-orang berpikir bahwa surga terletak di ujung jembatan ini. Oleh karena itu, mereka memilih jalan tersebut. Menyikut dan mendorong, mereka membabi-buta mengikuti orang di depannya.

Di satu titik, jembatan itu berakhir mendadak dan mereka jatuh, satu demi satu, ke dalam lubang yang tak berdasar. Tak ada yang punya waktu untuk memperingatkan orang di belakangnya. Orang-orang yang tersaruk-saruk di belakang mengira orang-orang yang di depan sudah menyeberangi jembatan ke firdaus, tak terbersit akan adanya lubang tanpa dasar di depan mata.

Lubang tanpa dasar itu dipenuhi oleh tengkorak dan mayat. Ada pula ulat yang tak bisa mati dan api yang tak bisa dipadamkan.

Jalan Menuju Surga
Ketika penglihatan ini berlanjut, Jia-Yin melihat ke jalan satunya. Meskipun jalannya sempit dan berbatu-batu, semakin lama orang menempuhnya, jalan itu jadi semakin terang. Orang-orang ini akhirnya tiba di sebuah gerbang emas yang besar dan megah.

Jia-Yin turun di depan gerbang itu dan berdiri di antara orang banyak. Tiba-tiba, dari puncak gerbang, seekor burung merpati dengan ranting zaitun di paruhnya muncul di udara, terlihat semakin besar ketika mendekat.

Pada saat itu, cahaya yang terang dan mulia menyinari gerbang tersebut.

Siapa yang Bisa Masuk Melalui Gerbang Surga?

Dibaptis Menurut Alkitab

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah." (Yoh. 3:5)

Tiga malaikat terbang dari balik gerbang. Dua malaikat mengapit masing-masing sisi gerbang selagi malaikat ketiga berkata dengan suara nyaring, "Sudahkah kalian dibaptis?"

Beberapa orang tampak terkejut. Mereka tidak tahu mengapa selain percaya pada Tuhan Yesus mereka harus dibaptis juga. Mereka tidak percaya pada khasiat baptisan dan belum dibaptis. Orang-orang ini dialihkan ke jalan yang menuju kebinasaan.

Ada kelompok lain yang sudah dibaptis dengan cara yang tidak sesuai dengan pengajaran Alkitab. Maka, di mata mereka pintu gerbang surga tampak sebagai pintu gerbang neraka, dan dengan marah mereka berbalik ke jalan yang lebar.

Akhirnya mereka terjatuh ke dalam neraka seperti orang-orang yang sejak awal memilih jembatan itu.

Menerima Roh Kudus

"...ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah..." (Ef. 1:13-14)

Kepada orang-orang yang masih ada di depan pintu gerbang surga nan megah itu, malaikat mengajukan pertanyaan kedua, "Apakah kalian menerima Roh Kudus ketika menjadi percaya?"

Suatu kekuatan mendorong mundur orang-orang yang belum menerima Roh Kudus, dan mereka tergelincir jatuh ke jalan yang menuju kebinasaan. Dua kelompok lain mengalami nasib yang sama: orang-orang tanpa Roh Kudus yang menolak untuk pergi, dan orang-orang yang salah mengira bahwa mereka memiliki Roh Kudus.

Namanya Tercatat dalam Kitab Kehidupan

"Dan orang yang tertinggal di Sion dan yang tersisa di Yerusalem akan disebut kudus, yakni setiap orang di Yerusalem yang tercatat untuk beroleh hidup." (Yes. 4:3)

Setelah ditanyai, masih banyak yang tertinggal di pintu gerbang surga dan gerbang surga nan terang itu perlahan terbuka.

Dua malaikat menjaga gerbang dan malaikat lainnya membawa kitab kehidupan dan datang ke depan orang banyak. Lalu malaikat mulai mengabsen. Orang-orang yang dipanggil langsung masuk melalui gerbang surga.

Tiba-tiba, Jia-Yin melihat isi kitab kehidupan. Kitab itu dipenuhi nama. Di samping tiap-tiap nama tercatat buah-buah Roh: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri (Gal. 5:22-23).

Tuhan menggunakan berbagai macam simbol untuk mencatat kehidupan sehari-hari seseorang, dalam hal apakah ia memiliki kehidupan yang dipenuhi dengan perbuatan baik dan penuh dengan buah-buah Roh Kudus.

Mereka yang dipanggil untuk memasuki pintu gerbang surga belum tentu orang-orang yang sempurna dan sama sekali tidak melakukan kesalahan. Melainkan, mereka adalah orang-orang yang di dalam hidupnya selalu bertobat dan mengakui kesalahan mereka. Mereka adalah orang-orang yang bersandar pada teguran Roh Kudus dan merendahkan diri mereka.

Melalui doa, mereka bertobat dan menyingkirkan ketidakmurnian iman. Mereka menyatakan buah-buah Roh dengan berlimpah-limpah dan menjalani kehidupan yang memuliakan Allah dan berguna bagi sesama.

Orang-orang yang namanya tidak dipanggil adalah mereka yang, meskipun sudah menerima Roh Kudus, tidak menghargai Roh Kudus. Mereka tidak bersandar kepada Roh Kudus untuk berjaga-jaga dan berdoa, juga tidak menerapkan kebenaran dan penghakiman untuk menguji diri (Yoh. 16:8).

Mereka kurang punya kesetiaan, kerendahhatian, dan hati yang bertobat. Mereka melalaikan iman mereka dan menyia-nyiakan waktu yang telah diberikan kepada mereka di atas bumi. Beberapa orang dari kelompok ini menyadari kesalahan mereka dan memutuskan untuk bertobat. Tapi sudah terlambat. Tak ada lagi kesempatan untuk bertobat.

Pada saat pengabsenan selesai, orang-orang yang memenuhi syarat sudah masuk semua dan pintu gerbang langsung ditutup. Dampak penutupan pintu gerbang itu begitu kuatnya sehingga orang-orang yang tersisa di luar terlempar ke neraka.

Pemandangan Surga
Lantai di surga dilapisi dengan emas yang berkilauan. Bahkan bunga-bunga pun bernyanyi!

Sewaktu orang-orang yang memenuhi syarat melewati gerbang surga, pakaian mereka langsung berubah menjadi jubah putih terang. Tanpa pandang jenis kelamin dan umur, wajah dan penampilan setiap orang menjadi seperti malaikat: muda, tinggi, dan rupawan.

Dalam roh, setiap orang saling mengenali, termasuk kedua belas rasul. Di sana ada Petrus, Yohanes, Yakobus, dan banyak lagi.

Orang-orang kudus yang dipanggil lebih dahulu berbaris mendatar di depan orang-orang yang dipanggil belakangan. Setiap orang berdiri berjajar, saling bergandengan tangan, dan menyanyikan kidung dengan penuh sukacita sambil berderap maju.

Di kedua sisi, banyak malaikat menyertai dan bernyanyi bersama mereka. Bahasa yang digunakan tidak berasal dari dunia ini. Itu bahasa surga. Semua orang menyanyi dan berpadu dalam keselarasan nan indah.

Orang-orang ini tiba di sebuah gedung gereja yang indah dan megah. Satu per satu mereka memasuki aula. Di kedua sisi, para malaikat menyambut jemaah dengan alunan merdu seruling, biola, dan kecapi.

Di depan aula, seorang malaikat memainkan kecapi. Ada seseorang lagi yang hadir. Dalam penglihatan, Jia-Yin tahu Dia adalah Tuhan Yesus, yang akan membawakan khotbah.

Mula-mula, Ia berbicara tentang dipanggilnya keempat rasul yang pertama, Petrus, Andreas, Yakobus, dan Yohanes, menjadi penjala manusia. Kemudian, Ia bicara tentang mujizat lima roti dan dua ikan, yang melalui persembahan seorang anak, lima ribu orang dikenyangkan (ref. Mrk. 1:16-20; Yoh. 6:9-13).

Soal mengapa perlu ada khotbah di kerajaan surga, Jia-Yin mendengar Tuhan Yesus berkata, "Hari ini kamu sekalian sudah dapat masuk ke kerajaan surga dan duduk di sini. Perhatikan supaya jangan hanya mengurus diri sendiri. Kamu sekalian punya tugas untuk memberitakan Injil dan mempersembahkan kemampuan. Biarkan Tuhan memberkati dan membimbing, dan biarkan Ia menggenapi keselamatan yang dari Tuhan."

Khotbah Tuhan Yesus bertujuan untuk mengingatkan orang-orang percaya yang masih berada di dunia pada amanat hidup mereka.

Jia-Yin Menerima Roh Kudus
Selama melihat penglihatan dan mendengar khotbah Tuhan Yesus itu, Jia-Yin berdoa dengan sungguh-sungguh. Hatinya terharu dan ia menangis penuh sukacita.

Pada saat itulah seorang diaken menepuk pundaknya dan menyemangati: "Jia-Yin, berdoa lebih keras lagi, kau akan segera menerima Roh Kudus." Jia-Yin membuka matanya dan penglihatan itu lenyap.

Meskipun ia tidak menerima Roh Kudus pada kebaktian kebangunan rohani itu, selagi Jia-Yin mengucapkan, "Haleluya, puji Tuhan Yesus," pada saat berdoa sebelum tidur beberapa hari kemudian, ia mulai berkata-kata dalam bahasa Roh, puji syukur kepada Tuhan.

Ia dipenuhi dengan Roh Kudus dan ia berdoa dengan suara keras. Setelah beberapa waktu, kami mengucapkan "Amin." Saya memberitahunya, "Jia-Yin, kau sudah menerima Roh Kudus."

Isaac Chen - Taichung, Taiwan
Warta Sejati 60 - Kedisiplinan Rohani
untuk menyimpannya ke dalam media penyimpan, klik-kanan pada link di atas, dan pilih "save link as" (pada Mozilla Firefox) atau "save target as" (pada Microsoft Internet Explorer).