Skip to main content
Gereja Yesus Sejati Indonesia

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Search
Gereja Yesus Sejati Indonesia
Gereja Kita
GYS Cianjur
  
Gereja Yesus Sejati Indonesia > Kesaksian > Tidak Ada Tenungan Yang Mempan  

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Tidak Ada Tenungan Yang Mempan

Saya berasal dari keluarga non-Kristen, dan sejak kecil diajar untuk rajin beribadah. Tetapi, walaupun rajin beribadah, saya tidak merasa kalau Tuhan itu ada dalam kehidupan saya.

Pada tahun 2001 saya bekerja sebagai babby sitter di salah satu keluarga jemaat Gereja Yesus Sejati. Kemudian saya dibawa ke gereja dan diperkenalkan pada agama Kristen oleh keluarga itu. Setelah beberapa bulan mendengarkan Firman Tuhan, saya mulai mengenal kebenaran dan jalan keselamatan. Setiap malam saya selalu berdoa memohon Roh Kudus di rumah, karena saya tahu bahwa Roh Kudus itu Roh Allah yang dapat menyelamatkan kita dan membawa kita masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Kurang lebih enam bulan mendengarkan firman Tuhan, saya menjadi percaya dan yakin kalau Tuhan Yesus itu benar-benar ada. Pada suatu kebaktian Jumat malam, saya ikut maju ke depan untuk berdoa memohon Roh Kudus. Pendeta menumpangkan tangan di atas kepala saya yang terus berdoa mengucapkan "Haleluya, Haleluya." Tak lama kemudian lidah saya bergetar dan mengucapkan kata-kata dalam bahasa lain yang saya sendiri tidak tahu apa artinya. Lalu tangan saya bergerak-gerak sendiri, dan hati saya terasa tenang dan damai; begitu sukacitanya sampai tidak bisa diutarakan dengan kata-kata.

Ketika bel tanda doa selesai berbunyi, seketika itu juga bahasa asing itu berhenti dengan sendirinya. Pendeta memberitahukan bahwa saya telah menerima Roh Kudus. Sejak saat itu, setiap kali berdoa saya selalu memakai bahasa Roh, dan saya merasa hidup saya semakin tenang dan damai. Saya merasakan bahwa Tuhan Yesus hidup dalam diri saya dan selalu menyertai setiap langkah saya.

Beberapa bulan kemudian, saya minta dibaptis, yang dilaksanakan pada tanggal 14 September 2002. Kurang lebih delapan bulan setelah dibaptis dan ikut Tuhan Yesus, saya mengalami cobaan yang berat, karena ibu saya meninggal dunia. Saya pulang ke kampung halaman saya di Kediri, dan selama satu bulan di sana, saya berdoa dengan cara sembunyi-sembunyi karena belum berani berterus terang kepada keluarga. Pada suatu hari, sewaktu saya sedang berdoa di dalam kamar, tiba-tiba ayah saya masuk. Memergoki saya yang sedang berdoa itu, ayah saya langsung marah. Akhirnya saya pun berterus terang kepada keluarga bahwa saya sekarang beragama Kristen. Mendengar hal itu, seisi keluarga sangat marah dan memusuhi saya, terutama Ayah, yang begitu marahnya sampai tidak mau bicara dengan saya.

Kira-kira dua minggu kemudian, saya diberi air putih yang sudah diberi mantera oleh paranormal. Saya tidak boleh minum air putih lain kecuali air yang sudah disediakan itu. Jadi setiap kali mau minum, saya selalu berdoa dalam hati agar Tuhan Yesus menyertai saya. Selama di kampung saya hanya minum air putih itu, bahkan sampai sekarang pun kalau saya pulang, pasti disediakan air yang sudah dimanterai itu.

Setelah saya beberapa hari minum air itu, si paranormal datang ke rumah. Saya disuruh duduk di depannya, lalu didoakan. Saya tetap tenang, dan di dalam hati terus berdoa. Saya percaya bahwa Tuhan Yesus yang ada di dalam diri saya akan selalu melindungi saya. Setelah beberapa menit berdoa, si paranormal berkata kepada Ayah: "Anak Bapak sudah tidak bisa lagi berbalik pada agama yang lama. Dia sudah percaya pada Tuhan yang lain."

Setelah satu bulan di kampung, saya kembali ke Jakarta, tapi tidak langsung ke tempat kerja, melainkan mampir dulu ke rumah Bibi. Sampai di rumah Bibi, Bibi mengajak saya pergi, katanya mau diajak ke rumah saudara. Tapi ternyata saya dibawa ke rumah seorang paranormal. Setibanya di sana, paranormal itu bertanya kepada saya, "Kamu agama apa?"
"Saya agama Kristen," jawab saya.
Mendengar itu si paranormal berkata, "Pantas saja dari tadi saya merasa panas, semakin kamu dekat ke rumah saya, saya merasa semakin panas."

Saya pun disuruh menatap mata paranormal itu dan mengikuti kata-kata yang diucapkannya. Tetapi saya tidak mengikuti perintahnya karena dalam hati saya ada yang berkata, "Jangan ikuti, jangan ikuti." Sambil memandang mata paranormal itu, saya terus berdoa di dalam hati. Akhirnya si paranormal tidak kuat memandang mata saya, lalu mengatakan kepada Bibi bahwa saya sudah tidak bisa berbalik ke agama yang lama dan lebih percaya pada agama yang baru. Paranormal itu juga mengatakan bahwa di dalam diri saya ada hawa sejuk dan sinar teramat terang yang melindungi saya.

Sampai saat ini pun, Ayah masih belum merelakan saya memeluk agama Kristen. Berbagai macam cara beliau lakukan agar saya bisa kembali ke agama lama. Setiap malam Jumat, Ayah dan paranormal di kampung terus berdoa dan membaca-baca mantera. Bahkan baju saya pun dibawa ke rumah paranormal itu untuk diberi mantra. Puji Tuhan, karena Roh Kudus bekerja, saya di sini tidak merasakan apa-apa dan tidak ada sesuatu pun yang terjadi pada diri saya. Memang Ayah tidak mengusir secara langsung ataupun tidak mengakui saya sebagai anaknya, tapi secara halus Ayah menentang agama saya.

Karena segala yang saya alami ini, saya makin bersyukur pada Tuhan Yesus karena Tuhanlah yang melindungi dan bekerja dalam diri saya, sehingga segala macam roh jahat tidak dapat mengganggu saya, seperti kata Firman Tuhan: tidak ada mantera ataupun tenungan yang mempan terhadap Yakub (Bil. 23:23).

Dengan bersandar pada Tuhan dan menjalankan Firman Tuhan, kita yakin dan percaya bahwa Roh Allah sendiri yang akan bekerja dalam hidup kita. Oleh karena itu kita harus rajin berdoa, jangan sampai kita berputus asa dalam memohon Roh Kudus. Biarpun sudah bertahun-tahun lamanya memohon dan sampai sekarang Tuhan belum juga mencurahkan Roh Kudus-Nya, kita yakin bahwa suatu saat nanti Tuhan pasti akan memberikan Roh Kudus-Nya, seperti janji Firman Tuhan: "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu" (Luk. 11:9). Kiranya firman ini dapat menguatkan iman kita dan mendorong kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yesus, Juruselamat kita.

Selain itu, Tuhan Yesus pun berkenan memberikan penglihatan yang membuat saya semakin percaya bahwa Dia benar-benar ada dan sungguh merupakan Juruselamat kita umat Kristen, dan Roh Kudus-Nya selalu menjaga kita walaupun kita tidak menyadarinya, asalkan kita senantiasa bersandar pada Tuhan Yesus.

Penglihatan pertama terjadi pada suatu malam di hari Kamis tahun 2003, saat saya sedang berdoa di rumah. Tiba-tiba saja saya berdiri di suatu tempat yang amat gelap dan sempit. Sewaktu saya berjalan dan terus berjalan, jalan yang saya lalui semakin melebar dan menjadi terang sekali. Di ujung jalan, saya melihat Seseorang yang sedang duduk di atas kursi dari emas yang indah sekali. Di kanan dan kiri-Nya, tampak banyak orang berpakaian putih yang sedang menyanyikan pujian-pujian. Saya tahu bahwa Dia adalah Tuhan Yesus yang duduk di atas tahta Kerajaan Surga. Saya berusaha untuk memandang wajah Tuhan tetapi tidak dapat, karena wajah-Nya tertutup oleh sinar yang sangat terang. Kemudian tangan Tuhan Yesus diulurkan ke arah saya. Saya berusaha untuk memegang tangan-Nya, tetapi untuk menyentuh pun tidak dapat.

Yang kedua terjadi beberapa bulan kemudian pada tahun yang sama, melalui sebuah mimpi. Saya melihat banyak orang sedang berkumpul membentuk lingkaran. Di antara orang-orang itu ada saya dan Nyonya, majikan saya. Tiba-tiba dari bawah kami keluarlah api yang sangat besar membakar kami semua. Dari arah depan, Nyonya mengajak saya untuk mengatakan "Haleluya! Haleluya!" Heran sekali, semua orang yang berkumpul di tempat itu terbakar sampai hangus, bahkan sampai tidak kelihatan seperti manusia lagi, tetapi kuasa Tuhan sungguh aneh dan ajaib. Tuhan Yesus melindungi saya dan Nyonya sehingga sedikit pun kami tidak terbakar, tidak terluka, dan tidak merasa panas. Puji dan syukur hanya bagi Tuhan Yesus!

"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah" (Rm. 8:28). Sebab segala sesuatu adalah dari Dia dan oleh Dia, bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya.

Haleluya, amin!

Any Mulyani – Sunter, Jakarta