Skip to main content
Gereja Yesus Sejati Indonesia

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Search
Gereja Yesus Sejati Indonesia
Gereja Kita
GYS Cianjur
  
Gereja Yesus Sejati Indonesia > Kesaksian > Yesus Mengasihiku  

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Yesus Mengasihiku

Haleluya, dalam nama Tuhan Yesus Kristus saya bersaksi. Peristiwa ini terjadi di Gereja Pacifica, California, dalam suatu kebaktian doa di acara Seminar Teologi Pemuda Nasional. Sebelum berdoa, pendeta yang bertugas mendorong kami untuk berdoa dengan sungguh-sungguh agar dapat dipenuhi oleh Roh Kudus dan semakin diperkaya dengan firman Allah. Ia juga mendorong kami untuk mengubah diri kami yang lama menjadi anak-anak Allah yang rendah hati dan taat. Beberapa menit setelah doa dimulai, tiba-tiba seberkas sinar yang terang jatuh ke mata saya. Pada mulanya saya mengira sinar tersebut masuk melalui jendela. Jadi saya mengabaikannya dan semakin merendahkan kepala saya. Tapi sinar tersebut terus memancar ke mata saya dengan kuat. Lalu saya mengangkat kepala saya, dan menyadari bahwa sinar itu bukanlah sinar biasa tapi adalah suatu hal yang mulia.

Beberapa menit kemudian, seseorang yang berpakaian putih berjalan menghampiri saya. Wajah-Nya agak tidak jelas. Ia menunjuk ke arah saya dan berkata, "Aku tinggal di dalammu!" Pada saat itu, saya dipenuhi dengan sungai air hidup yang mengalir dari hati saya yang terdalam. Saya mengulurkan kedua tangan saya untuk memegang jubah-Nya. Saya merasakan sukacita yang luar biasa. Lalu Ia berkata, "Aku harus pergi." Saya ingin memanggil saudari-saudari di depan saya, meminta mereka untuk membantu memegangi jubah-Nya. Saat itu kepala saya hampir menyentuh karpet. Saya berseru, "Tidak, tidak, jangan pergi Tuhan, jangan!" kata saya, "saya kesulitan untuk tetap memegangi jubah-Mu, tetapi tidak mungkin saya melepaskannya!" Sekali lagi, Yesus berkata, "Aku harus pergi." Saya terus memegangi jubah-Nya dan berkata, "Tidak, tidak, tidak!" Seorang saudari kemudian menghampiri saya dan berkata, "Haleluya, Amin!" Lalu saya melepaskan jubah-Nya dan Ia lenyap. Demikianlah penglihatan tersebut berakhir.

Ini sungguh merupakan suatu pengalaman yang indah, yang akan saya kenang sampai akhir hidup saya. Kini saya tahu bahwa Ia akan menjaga saya, mengasihi saya, dan selalu tinggal di dalam saya seperti yang dicatat dalam Yoh. 7:38, "Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."

Kiranya segala kemuliaan hanya bagi nama Tuhan kita Yesus Kristus sampai selama-lamanya. Haleluya, Amin.

Belinda Yong - Vancouver, Kanada
Sumber: Manna 27 / Warta Sejati 29