Skip to main content
Gereja Yesus Sejati Indonesia

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Search
Gereja Yesus Sejati Indonesia
Gereja Kita
GYS Cianjur
  
Gereja Yesus Sejati Indonesia > Santapan Rohani > Di Garis Depan (1) - Mengenali Dirimu  

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Di Garis Depan (1) - Mengenali Dirimu

 

Kebanyakan dari kita pernah melihat tentara berseragam, baik di jalanan, di film atau di TV. Umumnya mereka membangkitkan rasa kagum karena mereka tampak berbeda: keren dan hebat. Banyak anak-anak mengungkapkan cita-cita mereka untuk menjadi seorang prajurit, agar dapat melindungi keluarga dan negara mereka. Namun, menjadi prajurit yang baik tidaklah mudah; seorang prajurit harus disiplin dan proaktif; ia harus rela menanggung penderitaan dan senantiasa siap bertempur. Pada dasarnya, tentara harus memiliki pemahaman yang jelas tentang siapakah mereka dan apa yang harus mereka lakukan.

Ini semua adalah pertanyaan-pertanyaan penting tentang identitas, rasa memiliki dan peran, yang dihadapi oleh banyak pemuda pada hari ini. Khususnya, sebagai pemuda di Gereja Yesus Sejati, bagaimana kita melihat diri kita? Artikel-artikel ini membahas pertanyaan-pertanyaan berikut: Apakah kita benar-benar mengetahui dan memahami siapa kita? Apakah kita tahu tujuan hidup kita? Apakah kita siap untuk mencapai tujuan ini?

 

IDENTITAS: LASKAR KRISTUS

Ketika kita dibaptis, kita menjadi anak-anak Allah karena anugerah-Nya (Yoh. 1:12-13; 3:5; Rm. 6:4). Selain menjadi anak-Nya, kita juga menjadi bagian dalam laskar rohani Allah; kita masing-masing adalah laskar Kristus. Karena kita menerima baptisan dengan iman, keikutsertaan ini bersifat sukarela. Bahkan walaupun jika kita sudah dibaptis sejak bayi, apabila kita mengalami Allah secara pribadi, maka rahmat dan kasih-Nya akan mendorong kita untuk mengikuti panggilan pelayanan-Nya. Sesungguhnya, menjadi anak dan laskar Kristus adalah status yang berharga. Tidak semua orang mempunyai status ini, karena walaupun Allah mengasihi dunia ini, tidak semua orang menjawab kasih-Nya. Memang banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih. Oleh karena itu, kita harus menghargai status yang telah diberikan kepada kita dengan cuma-cuma ini.

 

PERAN TENTARA ALLAH

Siap untuk Bertempur

Apa fungsi tentara Allah? Kebanyakan angkatan bersenjata dunia ini memiliki beberapa cabang angkatan yang mempunyai peran berbeda dalam membela tanah air; ada yang bersifat lebih aktif dan bertempo tinggi, sementara lainnya bersifat pasif dan berfungsi defensif. Tentara Allah tentu harus masuk dalam kategori aktif, karena musuh yang kita perangi senantiasa mencari kesempatan untuk menyerbu (1Ptr. 5:8). Malah, perang rohani sudah berlangsung di wilayah kita, yaitu gereja. Kita tidak dapat hanya bersembunyi menunggu dibombardir. Sebaliknya, kita harus melawan dengan menembus garis depan musuh dan merebut kemenangan melawan Iblis (Ef. 6:11-12). Iblis berusaha menghancurkan iman kita melalui godaan, pencobaan, dan tipu daya; ia juga berusaha mencegah agar kita tidak menyelamatkan jiwa-jiwa lain. Jadi kita harus senantiasa aktif, siap bertempur, apakah itu di rumah, sekolah, pekerjaan, atau di gereja.

 

Bertekad untuk Menyelamatkan

Sama seperti kita, orang-orang gagah perkasa Raja Daud dipilih untuk berperang di garis depan (2Sam. 23:8-12). Suatu kali, kepala pasukan bernama Yosep-Isyibaal, sendirian mengalahkan 800 orang. Mungkin kita tidak dapat disejajarkan dengan kehebatan orang-orang perkasa ini, tetapi renungkanlah orang lain yang lebih hebat lagi, mengalahkan 3000 orang sekali jalan; orang itu adalah Petrus. Setelah Roh Kudus turun ke atas dirinya, Petrus digerakkan Roh Kudus untuk menyampaikan khotbah yang menyayat hati orang-orang yang mendengarnya. Banyak orang menjadi percaya, bertobat, dan dibaptis. Mematikan diri mereka yang lama dan dilahirkan kembali dalam Yesus Kristus (Rm. 6:3-6).

            Dari sudut pandang ini, perbuatan mengalahkan orang lain tidak lagi menggambarkan kematian jasmani, tetapi membawa orang kepada Kristus dan mematikan manusia lama mereka. Masih ada banyak sekali orang yang masih dijajah oleh raja dunia (Yoh. 12:31; 14:30; 16:11). Karena itu, tindakan utama peperangan rohani adalah memberitakan Injil keselamatan – membawa orang-orang untuk menyadari dosa-dosa mereka dan kebutuhan mereka akan Juruselamat, yaitu Yesus, untuk membebaskan mereka.

            Ketika kita merenungkan kemampuan dan kelemahan kita, kita mungkin merasa bahwa kita tidak akan dapat mencapai prestasi-prestasi yang telah ditoreh oleh orang-orang perkasa dalam Alkitab. Namun kita tidak boleh menyerah. Tentara-tentara Daud awalnya adalah pelarian-pelarian tanpa rumah, tetapi mereka menjadi orang-orang perkasa setelah berlatih bertahun-tahun. Petrus dahulu adalah seorang nelayan yang emosian tetapi penakut di saat-saat genting. Namun Roh Kudus mengubah dirinya, memberikan keberanian, dan mengingatkannya akan segala yang telah Tuhan ajarkan kepadanya (Luk. 22:33; Yoh. 18:10, 15-26; Kis. 4).

            Karena itu, kita juga harus berlatih dan memperlengkapi diri dengan Roh dan firman Allah, agar dapat berperang di garis depan dan menembus garis pertahanan lawan. Lebih penting lagi, kita harus mendapatkan sifat-sifat prajurit dalam tentara Allah.

 

SIFAT-SIFAT TENTARA ALLAH

Mengenakan Kain Lenan Putih yang Halus

Seperti angkatan bersenjata lainnya, tentara surgawi mempunyai seragam. Yohanes bersaksi, mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih (Why. 19:14a). Kain lenan putih yang mereka kenakan didapatkan saat mereka dibaptis (Why. 7:13-14; 1:5; Kis. 22:16). Karena itu, sembari kita mendekati akhir zaman, kita harus menjaga kekudusan agar jubah putih kita tetap bersih (Why. 3:4; 16:15), karena seragam yang kita pakai menunjukkan bahwa kita adalah bagian dari balatentara surgawi.

            Apakah pikiran, perkataan, dan perbuatan kita kudus?

 

Menunggangi Kuda Putih

Dalam wahyu yang disampaikan Yohanes, tentara di surga menunggangi kuda putih (Why. 19:14). Yesus juga menaiki kuda putih ketika Ia “maju sebagai pemenang untuk menaklukkan” (Why. 6:2b). Kuda putih melambangkan gereja sejati, yang berarti Yesus akan menggunakan gereja untuk menaklukkan dan menggenapi kehendak-Nya. Begitu juga, para prajurit di surga menunggangi kuda-kuda putih; yang menandakan bahwa kita harus diam di dalam gereja sejati apabila kita ingin menjadi bagian dalam tentara surgawi dan mempunyai kuasa untuk mengalahkan musuh.

            Apakah kita sungguh-sungguh percaya bahwa Gereja Yesus Sejati adalah satu-satunya gereja yang diselamatkan di akhir zaman ini?

 

Tetap Fokus

 

“Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.” (2Tim. 2:4)

 

            Sebagai tentara Allah, kita tidak boleh menjeratkan hidup kita dengan perkara-perkara dunia. Ini bukan berarti kita menghabiskan seluruh waktu kita dengan berdoa dan membaca Alkitab, atau kita semua menjadi hamba Tuhan penuh waktu. Namun kita harus terus belajar dan bekerja dengan giat, karena semuanya ini dapat mendukung pekerjaan pemberitaan Injil.

            Begitu pula, bukan berarti kita tidak dapat menikmati keberagaman hidup. Namun pandangan kita harus berbeda dengan pandangan dunia. Kita harus mengingat bahwa hal-hal di dunia ini bersifat sementara dan dapat menjerat kita sehingga tidak mencapai potensi sepenuhnya untuk menjadi orang-orang perkasa bagi Allah. Prioritas utama kita haruslah untuk melayani Allah.

            Hari ini, apakah yang kita fokuskan?

 

Berjaga-jaga

 

“Lihat, itulah joli Salomo, dikelilingi oleh enam puluh pahlawan dari antara pahlawan-pahlawan Israel. Semua membawa pedang, terlatih dalam perang, masing-masing dengan pedang pada pinggang karena kedahsyatan malam.” (Kid. 3:7-8)

 

Ada sekitar dua juta orang Israel pada saat itu, tetapi Salomo hanya memilih enam puluh orang untuk menjaga keretanya. Orang-orang pilihan ini pakar berperang. Mereka semua menyandang pedang di pinggang, yang berarti bahwa mereka selalu siaga. Selain itu, mereka merasa takut di malam hari, yang, dibarengi dengan kesiapan mereka, menunjukkan bahwa mereka selalu waspada. Rasa takut juga membuat mereka lebih rendah hati, karena mereka tahu keterbatasan dan kelemahan mereka.

Hari ini, kita juga harus berjaga-jaga setiap saat. Janganlah merasa puas dan menganggap bahwa iman kita cukup kuat untuk menahan setiap godaan yang Iblis lemparkan kepada kita. Si jahat yang cerdik ini akan berusaha menghancurkan kita tanpa kenal lelah dengan menanamkan pikiran-pikiran kotor dalam kepala kita, dan menggunakan berbagai macam godaan. Karena itu kita harus siap. Sebagai prajurit Kristen, kita bertugas setiap saat. Untuk mempertahankan diri, kita harus rajin berdoa dan membaca Alkitab, karena Roh Allah dan firman-Nya adalah senjata yang kita gunakan untuk melawan Iblis.

Apakah kita dipimpin oleh Roh dan apakah kita memegang firman Allah dalam benak kita senantiasa?

 

Rela Menderita

 

“Oleh karena itu Anda pun harus ikut menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Yesus Kristus.” (2Tim. 2:3)

 

Para prajurit Kristus harus rela menderita bagi-Nya. Ketika kita memberitakan Injil atau melayani Allah, mungkin seringkali kita harus merelakan kenyamanan dan aktivitas senggang, atau mengorbankan waktu keluarga.

Menjadi prajurit penuh waktu memang tidak mudah. Namun kita dapat melakukan segala sesuatu melalui Kristus yang menguatkan kita. Kita telah dipilih oleh Allah untuk bergabung dalam pasukan-Nya untuk berperang dalam peperangan-Nya, yaitu Armagedon (Why. 16:16). Karena itu, kita harus berjuang hingga akhir.

Apakah kita siap menghadapi penderitaan?

 

MAU DAN MAMPU

Yesus Kristus rela menyerahkan hidup-Nya agar kita, walaupun tidak layak, dapat diselamatkan dan menerima hidup kekal. Apabila Allah begitu mengasihi kita, kita pun juga harus bertekad untuk turut serta dalam peperangan rohani ini – mempersiapkan diri sepenuhnya dengan perlengkapan perang Allah, agar kita dapat menjadi seperti orang-orang perkasa di garis depan, berperang bagi Tuhan Yesus Kristus dan melindungi keluarga kita dalam Kristus.

            Apakah kita mau dan mampu berperang?