Skip to main content
Gereja Yesus Sejati Indonesia

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Search
Gereja Yesus Sejati Indonesia
Gereja Kita
GYS Cianjur
  
Gereja Yesus Sejati Indonesia > Santapan Rohani > Jika Kita Telah Melakukannya dengan Baik, Biarlah hal Itu menjadi Baik  

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Jika Kita Telah Melakukannya dengan Baik, Biarlah hal Itu menjadi Baik

Sebagai orang Kristen kita tahu bahwa apapun yang kita lakukan di dalam atau di luar gereja pada akhirnya ditujukan untuk Tuhan. Namun, kita mungkin mengalami masalah dalam mengidentifikasi apakah sikap atau motif kita benar. Bagaimana kita bisa menentukan apakah hati kita berada di tempat yang benar saat melayaniDia?

Seringkali kita merenungkan bagian negatif dari pelayanan kita daripada bagian-bagian yang dilakukan dengan baik. Ini mungkin karena kerendahan hati, rasa takut akan kesombongan, atau bahkan sikap merendahkan diri sendiri. Entah itu nada salah yang dimainkan di piano atau kata yang salah diterjemahkan, selalu ada kritik yang bisa kita katakan tentang diri kita sendiri.

Meskipun kita diajarkan untuk menjadi rendah hati, ada garis tipis antara kerendahan hati dan merendahkan diri, serta kepercayaan diri dan kesombongan. Karena merendahkan diri cenderung sangat fokus pada diri sendiri, ini bisa menjadi bentuk kebanggaan tersembunyi, yang bisa menjadi manipulatif jika kita akhirnya menggunakannya sebagai alat untuk menghindari tanggungjawab atau untuk mencari perhatian. Kerendahan hati bagaimanapun, membawa kita sukacita dalam pelayanan dan memungkinkan kita untuk memuliakan Tuhan sambil tetap bisa melakukan pekerjaan dengan rasa percaya diri.

Dalam pelayanan saya sendiri, saya selalu takut bermain piano untuk gereja karena saya kurang percaya diripada kemampuan saya. Tapi setelah menyadari bahwa kerendahan hati berarti bermain melalui kesalahan dengan percaya diri dan menemukan kegembiraan di dalamTuhan, saya mengubah sikap dan hati saya terhadap bidang pelayanan ini. Tidak lagi saya meremehkan kemampuan saya; Sebagai gantinya saya menggunakan kemampuan saya untuk melayani Tuhan.

"Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat." (Mat 5:37).

Seperti yang dikatakan ayat ini, marilah kita jujur ​​dengan diri kita sendiri. Jika kita tahu bahwa kita telah melakukan pelayanan kita dengan baik, marilah kita tidak merenungkan apakah pelayanan itu dilakukan dengan baik atau tidak. Memang benar bahwa selalu ada sesuatu yang dapat kita perbaiki, tapi dengan senang hati mengetahui bahwa kita telah melakukannya dengan baik sama pentingnya - selama kita tidak menjadi puas diri atau menumpuk kesombongan.

Karena hati kita lebih penting daripada kemampuan kita, marilah kita memeriksa dalam diri kita sendiri sehingga kita dapat memahami hati kita lebih baik saat kita melayani. Bila kita tahu bahwa hati kita berada di tempat yang tepat, maka kita dapat sepenuhnya bersyukur kepada Tuhan setelah kita menyelesaikan pekerjaan kita untuk Dia.

Pertanyaan Refleksi

1. Saat merenungkan pelayanan Anda sendiri, apakah Anda cenderung melihat apa yang telah dilakukan dengan baik atau hanya pada kekurangan dalam pelayanan saja?

2. Apakah ada saat ketika Anda tahu bahwa Anda telah melayani dengan baik tapi tidak mau menerimanya? Jika ya, mengapa?