Skip to main content

Indonesia

Go Search
Indonesia
Gereja Kita
GYS Cianjur
  
Indonesia > Santapan Rohani > Memisahkan Terang dan Gelap  

Indonesia

Memisahkan Terang dan Gelap

Di Alkitab, perbedaan antara terang dan gelap mewakili pertentangan yang tak terseberangi antara baik dan jahat. "Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan" (1Yoh. 1:5). Seperti terang menghapus kegelapan, sifat Allah yang sempurna tidak memberikan ruang bagi kejahatan.

Pemisahan antara terang dan gelap di hari penciptaan yang pertama mengajarkan kita sebuah kebenaran yang penting: tidak boleh ada kompromi antara terang dan gelap. Rasul Paulus mengajarkan kita, "Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?" (2Kor. 6:14).

Dahulu kita hidup dalam kegelapan, dan dalam hasrat-hasrat yang ada pada sifat kita yang berdosa. Tetapi Allah telah memanggil kita keluar dari kegelapan, dan masuk dalam terang-Nya (1Ptr. 2:9). Jati diri kita sebagai Kristen mewajibkan kita hidup dalam kekudusan: "Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang" (Ef. 5:8). Kita tidak lagi terus hidup mengikuti arus dan pola dunia ini, tetapi memisahkan diri dari dunia (2Kor. 6:17, Why. 18:4), dalam perkataan, tingkah laku, dan pikiran.

Kita mungkin perlahan-lahan menerima atau bahkan mengikuti gaya hidup tanpa Tuhan karena diterpa nilai-nilai sekuler setiap hari, yang sangat kentara dalam masyarakat kita. Kita mungkin menghibur diri sendiri dengan beralasan bahwa kita masih datang berkebaktian setiap hari Sabat, tetapi besar kemungkinan kegelapan sedang melahap terang yang ada dalam diri kita. Kian lama kita berada dalam bahaya kehilangan terang-Nya dan gambar rupa Allah.

Karena itu, Firman Tuhan mengajarkan kita untuk hidup dalam kewaspadaan, seperti di siang hari. "Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!" (Rm. 13:12). Hidup waspada memerlukan kemampuan untuk membedakan benar dan salah, dan juga melarikan diri dari keinginan-keinginan jahat, dan secara aktif mengejar kekudusan. Kita harus terus berjaga-jaga agar tidak tersesat dalam kegelapan dunia ini.

Kita tidak dapat hidup dalam dua dunia; terang dan gelap. Kita harus memilih satu di antaranya. Kita tidak dapat melayani dua tuan. Kita tidak dapat sungguh-sungguh mengasihi Allah bila kita membenci saudara seiman. Kita tidak dapat berjalan dalam Roh-Nya bila kita masih hidup menurut kedagingan. Tidak ada persamaan pada terang dan gelap. Bila kita sungguh-sungguh adalah anak-anak terang, mari kita tinggalkan jalan kegelapan, dan mengikuti Tuhan dalam jalan-Nya yang terang.

Tuhan Yesus, tolonglah aku setiap hari untuk mengetahui apa yang benar dan yang salah. Bangunkanlah kesadaranku dengan Roh-Mu agar aku dapat mengenali dosa. Bimbinglah Aku dengan Firman-Mu agar aku selalu berjalan dalam terang-Mu!