Indonesia
|
Meterai Kasih
“Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!”
Kidung Agung 8:6
Berapa besar kasihmu kepadaku?
Apakah ini adalah hal yang sering kita tanyakan? Kita menanyakan ini kepada orangtua, saudara, sahabat, pasangan kita, dan bahkan kadang-kadang kita menanyakannya kepada Yesus sendiri. Kita ingin tahu seberapa tinggi harga kita di mata mereka, berapa banyak orang akan melakukan sesuatu demi kita. Menurut Anda, siapakah yang paling mengasihi Anda?
Alkitab menyatakan bahwa Yesus-lah yang paling mengasihi kita.
Kasih-Nya mencapai diri kita melampaui kematian dan kuburan. Ia adalah mempelai pria yang menebus mempelai wanita dengan darah-Nya sendiri. Sebagai jawaban untuk kasih yang mulia ini, kita mau untuk menaruh-Nya sebagai meterai dalam hati dan lengan kita.
Tetapi caranya bagaimana?
Pertama, untuk menjadikan-Nya sebagai meterai dalam hati kita, jadikanlah Dia sebagai tuan dalam hati kita dan menyerahkan diri kita seluruhnya kepada-Nya. Melalui persekutuan yang terus menerus dengan-Nya dalam doa dan merenungkan firman-Nya setiap hari, kita menjadikan-Nya tuan atas diri kita.
Selanjutnya, kita juga harus menjadikan-Nya sebagai meterai pada lengan kita untuk menyatakan kepada dunia bahwa kita adalah milik-Nya. Dalam hidup, kita harus menyinarkan terang Kristus. Segala tindakan kita haruslah mencerminkan kasih-Nya. Ketika orang-orang melihat kita, mereka harus dapat melihat kita sebagai milik Kristus.
Maka, dengan mengingat besarnya kasih Yesus kepada kita, mari kita merenungkan hal ini: apakah hidup dan pikiranku mencerminkan bahwa aku adalah milik Kristus?
|
|
|
|
|