Skip to main content
Gereja Yesus Sejati Indonesia

Gereja Yesus Sejati Indonesia

Search
Gereja Yesus Sejati Indonesia
Gereja Kita
GYS Cianjur
  

  Tentang Gereja Yesus Sejati Indonesia

 Contact Information

  • Emailtjcgaina@gys.or.id
    Street AddressJL. Danau Asri Timur Blok C3 No. 3C
    Sunter Danau Indah
    CityJakarta
    State/Province
    Postal Code14350
    Mailing Address
    Mailing City
    Mailing State/Province
    Mailing Postal Code
    CountryIndonesia
    Main Phone62(21) 6530-4150
    2nd Phone62(21) 6530-4151
    Fax Number62(21) 6530-4149
    Contact Person
    Resident Pastor
    Pastor's Phone Number
    Year Established
    Membership

 Perkenalan


SEJARAH GEREJA YESUS SEJATI DI INDONESIA

Pada Awalnya

Pada tahun 1920, Sdr. Jao Hoan Tek, kelahiran Phutian, Cina, merantau ke Indonesia dan menetap di Makasar (kini Ujung Pandang), Sulawesi Selatan. Pada thaun 1932, ia pulang ke Cina daratan untuk menikah. Tiga bulan setelah menikah ia menderita penyakit demam, tubuhnya menjadi sangat lemah, ia tidak dapat bangun dan berjalan. Enam bulan lamanya ia terbaring. Segala upaya telah dilakukan dan segala dewa di kuil manapun telah didatangi ibunya, tetapi kondisi tubuhnya malah semakin merosot, hidupnya sekarat. Pada saat itu, Ong Bie Giok, bibinya, datang menengoknya dan menganjurkan kepadanya supaya ke Gereja Yesus Sejati percaya Yesus saja. Mendengar itu, Sdr. Jao dan ibunya (Dks. Yao Lois) mengambil keputusan untuk percaya Yesus. Ia digotong dengan tandu ke gereja untuk didoakan. Puji Tuhan, setelah tinggal 28 hari lamanya di gereja, didoakan oleh jemaat, penatua dan diaken, ia sembuh total. Sdr. Jao dan ibunya dibaptis oleh Pdt. Siau Stephen.

 

Akhir tahun 1932, Sdr. Jao Hoan Tek kembali ke Makasar. Hatinya selalu ingin membalas anugerah Tuhan. Pada Januari 1936, ia kembali pulang ke Cina daratan dan bertemu dengan Pdt. Siauw Stephen. Dalam kesempatan itu, Pdt. Siauw meminta kepda Sdr. Jao supaya memintakan ijin baginya untuk memberitakan Injil di Indonesia. Bulan Mei tahun itu, Sdr. Jao kembali ke Makasar, dan seminggu kemudia, ia dan keluarganya pindah ke Surabaya.

 

Tahun 1939, Pdt. Siauw Stephen berhasil diundang Sdr. Jao ke Surabaya, Indonesia. Di Surabaya terdapat belasan jemaat asal Cina daratan, 4 laki-laki dan 7 perempuan. Tetapi waktu Tuhan belum tiba, pekerjaan kudus tidak dapat berkembang di sana.

 

Tak lama kemudian, Sdr. Jao ditugaskan oleh perusahaannya ke Jakarta. Di Jakarta terdapat seorang penatua asal Cina daratan bernama Tan Chauw Sin. Ia memiliki sebuah rumah yang cukup besar di Jl. Pintu Air. Sdr. Jao membicarakan masalah pemberitaan Injil dengannya, dan Pnt. Tan bersedia meminjamkan rumahnya sebagai tempat kebaktian. Maka berangkatlah Pdt. Siauw dari Surabaya ke Jakarta.  Waktu itu ijin sudah diperoleh. Pertama-tama mereka mencari jemaat Gereja Yesus Sejati (GYS) asal Cina dartan, dan mereka berhasil mengumpulkan dua belas orang. Mulailah mereka berkebaktian di rumah Pnt. Tan. Beberapa bulan kemudian, mereka menyewa sebuah rumah dengan luas tanah lebih kurang 950 m2 di Jl. Pintu Besi (kini Jl. H. Samanhudi) No. 23, bangunan depan dijadikan tempat kebaktian dan bangunan belakang dijadikan tempat penampungan orang-orang lemah jasmani yang akan diinjili, supaya mereka bertobat percaya Yesus. Jemaat semakin bertambah, pada tanggal 1 Februari 1941, di tempat tersebut ditahbiskan Gereja Yesus Sejati pertama di Indonesia dengan susunan majelis sebagai berikut:

 

 Ketua  : Tan Chauw Sin
 Wakil Ketua  : Jao Hoan Tek
 Sekretaris  : Ong Tjiang Hien
 Bendahara  : The Lai Hoat
 Pengawas  : Chen Chang Lang

 

Pnt. Tan dipanggil Tuhan pulang ke Surga 2 bulan setelah terpilih sebagai ketua. Karena itu, jabatan ketua dipangku oleh Sdr. Jao Hoan Tek hingga tahun 1967.

 

Pada tahun 1951, jemaat GYS Jakarta sudah mencapai lebih dari 50 orang. Rumah di Jl. Pintu Besi No. 23 itu dibeli dengan harga 100 ribu rupiah. Saat itu, dengan adanya banyak tanda mujizat oleh karena penyertaan kuasa Roh Kudus, 5 buah GYS (Bandung, Cianjur, Pontianak dan Banjarmasin) berdiri di Indonesia.

 

Pada tanggal 30 Juni 1952, Departemen Kehakiman Indonesia memberi ijin untuk pendirian GYS Pusat Indonesia beralamatkan Jl. Pintu Besi No. 23, Jakarta Pusat, dan GYS Pusat Indonesia boleh mendirikan gereja-gereja cabang di seluruh Indonesia.

 

Pada masa-masa awal GYS, majelis gereja sebagian besar warga negara asing. Sejak tanggal 7 Agustus 1966, diadakan Kongres Wakil-wakil Jemaat GYS untuk pemilihan majelis W.N.I. Pada kongres Wakil-wakil Jemaat periode X tahun 1967, majelis W.N.I. secara resmi terpilih. Di bawah ini susunan Majelis W.N.I. Gereja Pusat periode I tahun 1967 - 1969:

 

 Ketua  : Jusuf Subintoro
 Wakil Ketua  : Eiodia
 Sekretaris  : Suryadi
 Wakil Sekretaris  : Sukina
 Bendahara  : Mariam
 Wakil Bendahara  : Lie Sau Kwen
 Pengawas I  : Jusman Tjahjono
 Pengawas II  : Siti Atinah

Perkembangan Gereja Yesus Sejati di Indonesia

Setelah GYS pertama berdiri di Jakarta pada 1941, Pdt. Siauw Stephen mulai memberitakan Injil ke Bandung dan Cianjur. Gereja Bandung berdiri pada 1943, Cianjur 1947. Pada 1947, Pdt. Chen Maria datang dari Cina daratan ke Indonesia membantu pekerjaan kudus. Tahun 1950, Gereja Pontianak (Kal-Bar) berdiri, dan 1951, Gereja Banjarmasin (Kal-Sel). Pada 1953, datang juga Pdt. Lim Yulia dari Cina daratan ke Indonesia untuk memperkuat pekerjaan kudus. Pdt. Guo Tzu Yen diundang dari Hongkong pada 1953 untuk turut mengambil bagian dalam pekerjaan kudus di Indonesia.

 

Pada tahun 1952, Pdt. Siauw Stephen jatuh sakit. Setelah sembuh, Dk. Shau Bin Yuen, anaknya, membawanya ke Makasar untuk dirawat. Ia sempat mendirikan GYS di Makasar pada 1955. Pada tanggal 5 Juli 1955, beliau dipanggil Tuhan untuk beristirahat selama-lamanya. Jemaat di Makasar bubar pada tahun 1958 karena kurangnya penggembalaan.

 

Tahun 1956, Gereja Tasikmalaya berdiri. Pada tanggal 1 November 1956, Dk. Khu Song Min dan Dk. Tjie Fong Loy mempersembahkan diri untuk melayani Tuhan sepenuhnya. Tahun 1959, Gereja Tangerang berdiri. Tahun 1961, dibuka Pos Penginjilan di Serang, namun ditutup pada 1966, karena kurangnya tenaga gembala.

 

Tahun 1969, di Jawa Tengah didirikan Gereja Solo. Tahun 1974, Gereja Salatiga berdiri. Tahun 1976, di Kalimantan Barat didirikan Kemah Doa Siantan. Tahun 1980, didirikan Kemah Doa Lasem (Jawa Tengah), kemudian diresmikan menjadi gereja pada tahun 1985. Pada tahun itu juga Gereja Sendangcoyo dan Kemah Doa Sukolilo didirikan. Inilah gereja dan kemah doa pengunungan pertama. Pada 1987, di Jawa Timur berdiri Gereja Surabaya. Tahun 1988, Gereja Cilacap (Jawa Tengah) berdiri.

 

Berdirinya Sekolah Kanaan

Atas usul Dk. Yusuf Subiantoro selaku Ketua Majelis Pusat, disetujui Rapat Gabungan Majelis Pusat dan Penasihat pada tanggal 19 Januari 1969, bagian belakang gedung gereja Pusat Jakarta dibangun tiga tingkat untuk dijadikan sekolah. Ketika rencana pembangunan sekolah disetujui Majleis Pusat, keuangan gereja ada pada titik nol, dana pembangunan menjadi masalah. Tetapi Tuhan menyediakan. Ia menggerakkan hati seorang saudara dan seorang saudari, dua peserta arisan yang diadakan gereja guna membantu dana pembangunan, mempersembahkan seluruh uang arisan bagian mereka sebagai dana dasar. Pembangunan dimulai paa bulan Maret dan rampung pada bulan September. Seluruh bangunan yang terdiri atas 12 kelas menelan biaya sebesar 5 juta rupiah lebih.

 

Pada tanggal 17 Agustus 1969, GYS Pusat Indonesia membentuk Yayasan GYS beralamatkan sama dengan Gereja Pusat. Susunan Pengurus Yayasan periode I sebagai berikut:

 
 Ketua  : Yusuf Subintoro
 Wakil Ketua  : Benyamin Wahyudi
 Sekretaris  : Sutrisna Subrata
 Bendahara  : Budi Hartanto
 Pengawas I  : Nedy Kurnaedy
 Pengawas II  : Lukman Andreas
 Pengawas III  : Siti Atinah

 

Seluruh guru dan murid Sekolah Kanaan mengikuti kebaktian Sabat. Murid SD sampai dengan SMA setiap minggu diberi 2 jam pelajaran agama oleh tenaga guru agama dari Majelis Pusat. Tidak sedikit murid Kanaan mengikuti kegiatan pendidikan agama Gereja Pusat, sehingga jumlah kehadiran kelas Indria sampai dengan Komisi Pemuda meningkat. Dan tidak sedikit pula dari mereka bahkan orang tuanya menerima baptisan GYS. Selain itu, ada pula beberapa orang guru yang dibaptis masuk GYS. Pada tahun 1986 Sekolah Kristen Kanaan cabang Tangerang dibuka, menyusul pada tahun 1991 TK Kristen Kanaan cabang Cianjur dibuka. Puji syukur kepada Tuhan!

 

 

Pendidikan Teologi

Pada tahun 1984, Majelis GYS Pusat Indonesia membuka kelas pendidikan Teologia dengan sistem 3 tahun. Siswa teologi periode I berjumlah 10 orang. Angkatan I yang dinyatakan lulus, diwisuda pada tanggal 22 Maret 1987. Pada awal tahun kedua, 2 orang masuk sebagai siswa teologi, mereka lulus pada 1988. Setelah lulus belajar, dan lulus tugas praktek selama 1 tahun di gereja-gereja daerah, mereka dikukuhkan sebagai pendeta Majelis Pusat masing-masing pada 1988 dan 1989.

 

 

Kata Penutup

Gereja sudah berusia 65 tahun, tetapi dirasakan pertumbuhan ideal belum tercapai oleh karena kurangnya pekerja. Semoga oleh kasih karunia Tuhan, hamba-hamba-Nya yang setia dan baik bertambah, pendeta-pendeta dilatih secara lebih intensif, pemimpin-pemimpin baru dikader untuk kemajuan pekerjaan kudus, dan jemaat digerakkan untuk giat melayani Tuhan dan memberi persembahan, melaksanakan tugas yang Tuhan serahkan.